

inNalar.com – Pembangunan bandara di mengalami penguluran waktu sehingga terjadinya mangkrak, diketahui pembangunan sudah dilakukan sejak tahun 2019.
Tetapi tidak ada kemajuan mengenai pembangunan bandara di Sulawesi Selatan tersebut sehingga pembangunnya tidak kunjung selesai.
Proyek pembangunan bandara ini dilakukan di Bandara Sultan Hasanuddin yang terletak di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.
Proyek pembangunan Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan dilakukan oleh perusahaan swasta PT Wijaya Karya atau memiliki singkatan Wika.
Diketahui bahwa proyek yang dilakukan sejak tahun 2019 hingga tahun 2023 ini sampai pada progres 65.6 persen.
Sehingga pembangunan yang dilakukan jauh dari harapan dan juga perencanaan yang sudah dirancang sebelumnya.
Sehingga penambahan kapasitas yang ditargetkan selesai pada tahun depan yaitu tahun 2024, pembangunan proyek Bandara Sultan Hasanuddin sangat penting untuk cepat selesai.
Karena Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan merupakan sebuah gerbang Indonesia yang berada di wilayah Timur dan menjadi akses pintu utama.
Sehingga kerampungan pembangunan harus cepat dilakukan agar para tamu dan juga para penumpang dapat merasa nyaman atas pelayanan yang diberikan, sehingga pembangunan harus selesai pada tahun 2014.
Dilansir dari sumber terpercaya pihak Angkasa Pura I menggunakan alasan keterlambatan disebabkan oleh anggaran yang kurang, tetapi Kementerian BUMN yang menaungi adanya pembangunan Bandara Sultan Hasanuddin sebesar Rp 54 triliun.
Bahkan Bandara Sultan Hasanuddin di Sulawesi Selatan ini menjadi prioritas karena bandara tersebut merupakan bandara terbesar yang ada di wilayah timur Indonesia.
Anggaran dana yang dihabiskan untuk membangun proyek bandara di Sulawesi Selatan tersebut yaitu sebesar Rp 2,6 triliun dan hampir mencapai Rp 3 triliun
Untuk pihak WIKA selaku dari pengerjaan Bandara Sultan Hasanuddin di Sulawesi Selatan terkesan tidak sanggup untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Sehingga putus kontrak bisa dilakukan dan diantika dengan kontraktor lain yang mampu menyelesaikan pembangunan Bandara Sultan Hasanuddin di Sulawesi selatan.
Terkendalanya dari anggaran dana merupakan penyebab dari mangkraknya proyek pembangunan bandara tersebut sehingga mengulur waktu.***