

inNalar.com – Kementerian PUPR patut diacungi jempol, Megaproyek Jalan Tol Trans Sumatra kian berikan manfaat, termasuk sebagian Jalan Tol Binjai – Langsa, Sumatera Utara.
Meski harus melewati dinamika pembangunan yang hampir sebabkan proyek jalan tol di Sumatera Utara ini gagal nyambung, tetapi akhirnya Jalan Tol Binjai – Langsa ruas tertentu akhirnya bisa digunakan juga oleh masyarakat.
Proyek ini sempat terhambat lantaran menunggu tambahan dana pembebasan lahan yang masih kurang Rp636 miliar, melansir dari KPPIP.
Jika dana tersebut dapat dipenuhi, maka proyek jalan tol di Sumatera Utara ini tentunya tidak berakhir gagal nyambung.
Sebagai penerangnya, uang tambahan tersebut dimaksudkan untuk merampungkan urusan pengadaan lahan pada seksi IA Jalan Tol Binjai – Langsa.
Penambahan dana pun akhirnya dipenuhi setelah selang beberapa bulan, tepatnya pada Januari 2022.
Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) akhirnya menjadi penyelamat kendala yang sempat bikin getir progres pembangunannya.
KPPIP berkoordinasi dengan LMAN untuk menyelesaikan persoalan kurang dana ini secepatnya.
Upaya tambal dana berhasil dilakukan, sehingga lintasan tol seksi IA sepanjang 11,8 kilometer akhirnya berhasil dirampungkan pada tahun itu juga.
“KPPIP telah memenuhi kebutuhan Jalan Tol Binjai – Langsa sehingga diharapkan Jalan Tol ini dapat selesai sesuai dengan rencana,” dikutip inNalar.com dari KPPIP.
Sebagai gambaran, megaproyek jalan tol di Sumatera Utara ini pembangunannya dibagi menjadi lima trase, ruas tol seksi I adalah Binjai-Stabat.
Pembangunan berlanjut ke Jalan Tol Binjai – Langsa Seksi IIA dan IIB dengan total lintasan sepanjang 26,2 kilometer.
Lebih lanjut, Seksi IIA bermula dari Stabat – Kuala Bingai sepanjang 7 kilometer, sedangkan Seksi IIB mencakup Kuala Bingai-Tanjung Pura.
Megaproyek Jalan Tol Binjai – Langsa di Sumatera Utara ini pada akhirnya terus berjalan pembangunannya hingga seksi III sepanjang 18,9 kilometer.
Meski progres pembangunan masih perlu berlanjut ke Seksi IV dan V, tetapi manfaat efisiensi waktu tempuh mulai dirasakan para pengguna jalan.
Kini, para pengendara cukup menghabiskan waktu 45 menit dari Ruas Jalan Tol Seksi I di Kota Binjai dan berakhir di Seksi III Pangkalan Brandan.
Perjalana singkat tersebut akan terasa sekejap, karena panorama sekitar lintasannya banyak dihiasi dengan hamparan kebun sawit.
Tidak banyak pemandangan kebun sawit yang mengapit infrastruktur jalan lebar seperti ini.
Namun berkat panorama khas Jalan Tol Trans Sumatra, Ruas Binjai – Pangkalan Brandan menjadi salah satu rute epik yang menyejukkan mata.
Panorama kebun sawit juga dapat ditemukan di Ruas Jalan Tol Palembang – Betung di Sumatera Selatan.
Selain itu, Provinsi Riau pun juga memiliki infrastruktur jalan bebas hambatan Ruas Pekanbaru-Dumai dengan pemandangan serupa.
Bahkan, Ruas Tol Medan – Kualanamu di Sumatera Utara pun juga lintasannya menembus kebun sawit.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi