

inNalar.com – Pengerjaan sebuah pelabuhan yang ada di Jawa Tengah terindikasi adanya kesalahan yang membuat keuangan negara dibuat buntung.
Konstruksi dari pembangunan pelabuhan di Jawa tengah tersebut tidak sesuai sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Diketahui bahwa pembangunan dari pelabuhan yang ada di Jawa Tengah tersebut tidak dikerjakan alias fiktif.
Pengerjaan yang dilakukan merupakan pembangunan sebuah Pelabuhan Laut Batang yang berada di Jawa Tengah.
Akibat dari pembangunan fiktif anggaran yang seharusnya digunakan untuk kemajuan pembangunan di Jawa Tengah harus masuk ke kantong pribadi para pihak yang bersangkutan.
Sebenarnya proses pelelangan berjalan dengan lancar sesuai dengan pembangunan pada umumnya dan kontraktor yang seharusnya menangani pembangunan yakni PT Pharma kasih.
Tetapi fakta yang terjadi di lapangan kontraktor yang digunakan bukan dari PT. Pharma Kasih melainkan adanya modus dengan cara peminjaman terhadap perusahan.
Bahan proses pengerjaan dari proyek pembangunan pelabuhan di Jawa Tengah tersebut banyak item yang tidak dikerjakan.
Sehingga membuat pengerjaan dari pembangunan pelabuhan tersebut hanya akal-akalan saja untuk memperkaya pihak yang terlibat.
Baca Juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia 2023: 7 Cara yang Bisa Kamu Terapkan untuk Menjaga Kesehatan Mental
Biaya anggaran yang digunakan untuk proses pembangunan pelabuhan fiktif di Jawa Tengah menggunakan anggaran pada tahun 2015.
Total nilai pagu yang yang dianggarkan untuk berjalannya proyek pembangunan pelabuhan tersebut nilainya hampir mencapai Rp 27,5 miliar.
Sedangkan nilai yang tertulis di dalam dokumen kontrak kucuran anggaran yang dibutuhkan untuk pengerjaan pembangunan pelabuhan sebesar Rp 25,58 miliar.
Negara dibikin rugi atas perilaku dari pihak yang yang bersangkutan dalam pembangunan sebuah pelabuhan di Jawa Tengah.
Tentunya kesalahan tersebut harus ditebus sesuai dengan konsekuensi atas perbuatan licik yang dapat menghambat pertumbuhan perekonomian.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi