PDIP VS Everybody! Meski Kalah di Kandang Banteng, Paslon Andika-Hendrar Masih Berikan Perlawanan Sengit di Hasil QC Pilkada Jateng 2024

inNalar.com – Kini Pilkada Jawa Tengah tengah menjadi sorotan publik karena intrik dan dinamika politik dari kedua paslon yang berpartisipasi di dalamnya.

Dalam kontestasi Pilkada Jawa Tengah 2024 ini, pasangan calon Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi (Andika-Hendi) berhadapan dengan pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin).

Yang di mana meskipun Andika-Hendi didukung oleh satu partai, yaitu (PDIP) saja.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Siap Beri Kejutan dalam Akselerasi 100 Hari Kerja: Tenaga Honorer Jadi Sorotan

Namun, mereka tetap berhasil memberikan perlawanan yang sengit pada hasil quick count.

Karena hasil quick count dari beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan Luthfi-Yasin tidak terlalu unggul secara signifikan.

Seperti data dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Luthfi-Yasin meraih 59,38% suara, sementara Andika-Hendi mendapatkan 40,62%. Hasil.

Baca Juga: Begini Cara Otentikasi Taspen Untuk Pensiunan PNS dengan Benar dan Anti Gagal

Selain itu, hasil serupa juga tercermin dalam survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan perbandingan 59,12% dan 40,88%.

Dengan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Jateng 2024 tercatat mencapai sekitar 79,79%.

Persentase tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Baca Juga: Mendikdasmen Tegaskan Akan Tingkatkan Kesejahteraan Guru Asalkan Pendidik Punya Kriteria Ini

Meskipun hasil quick count menunjukkan keunggulan bagi Luthfi-Yasin, selisih suara yang diperoleh Andika-Hendi menunjukkan bahwa mereka masih memiliki basis dukungan yang kuat.

Ini mencerminkan bahwa dukungan dari PDIP masih memiliki kekuatan meskipun tidak sekuat koalisi besar KIM Plus.

Pasangan Luthfi-Yasin diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM Plus) yang terdiri dari sembilan partai politik, termasuk Partai Gerindra, PKB, Golkar, PPP, Nasdem, PKS, PAN, Demokrat, dan PSI.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan Bongkar Kenaikan PPN 12 Persen Tahun 2025 Berpotensi Diundur, Kenapa?

Dengan total perolehan suara sah mencapai sekitar 13,7 juta, koalisi ini memberikan dukungan yang kuat terhadap pasangan tersebut.

Di sisi lain, Andika-Hendi hanya didukung oleh PDIP. Meskipun partai ini merupakan dominan di Jawa Tengah dengan sejarah panjang dalam politik daerah ini.

Meskipun kalah dalam hasil quick count, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi menunjukkan kemampuan bersaing yang kuat.

Keberadaan Andika sebagai mantan Panglima TNI dan Hendrar sebagai mantan Wali Kota Semarang memberikan kredibilitas tambahan.

Paslon ini juga lebih memilih untuk tidak menggelar kampanye akbar seperti rival mereka.

Dan sebaliknya, mereka lebih fokus pada pertemuan langsung dengan masyarakat di berbagai daerah.

Yang di mana pendekatan ini memungkinkan mereka untuk membangun koneksi personal dengan pemilih dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.

Tak hanya itu adanya dukungan tokoh-tokoh besar seperti Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto kepada lawan mereka.

Memberikan tantangan tersendiri bagi paslon yang diusung oleh PDIP ini.

Namun, meskipun menghadapi tekanan tersebut, pasangan ini tetap optimis dan menunjukkan kesiapan untuk bersaing dalam kontestasi politik yang ketat. ***

Rekomendasi