

inNalar.com – Siapa yang belum pernah berkunjung ke desa Penglipuran di kecamatan Bangli, provinsi Bali?
Sangat disayangkan. Selain menjadi tujuan wisata, pengunjung bisa belajar banyak dari desa Penglipuran.
Desa yang terletak di Bangli, Bali ini dinobatkan sebagai desa paling bersih sedunia pada tahun 2016.
Dilansir inNalar.com dari salah satu video YouTube yang diunggah oleh akun Ric snt, desa ini memiliki tempat pengolahan sampah sendiri.
Pengolahan Sampah di Desa Penglipuran
Jika Anda berkunjung ke desa ini, Anda akan menemukan dua wadah dari anyaman bambu yang digunakan sebagai tong sampah.
Dua wadah anyaman bambu ini diletakkan di titik tertentu sepanjang jalan, sebagai wadah sampah organik dan anorganik.
Sampah organik yang sudah terkumpul dibawa ke tempat pengolahan milik desa Penglipuran sendiri.
Sampah tersebut diolah sedemikian rupa hingga menjadi bubuk kompos atau pupuk organik yang sangat berguna.
Pupuk organik inilah yang dimanfaatkan warga desa Penglipuran untuk menyuburkan desa dan melakukan penghijauan.
Pupuk organik ini juga ada yang dijual, guna memenuhi kebutuhan desa dan membiayai tempat pengolahan.
Oleh karena tempat pengolahan sampah anorganik seperti plastik belum tersedia, warga desa Penglipuran membawanya ke Denpasar.
Berada di Denpasar inilah, banyak sampah plastik diolah dan didaur ulang agar bisa dimanfaatkan kembali.
Menerapkan Konsep Unik untuk Menjaga Kerapian
Enak dipandang, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan keindahan dan kerapian desa Penglipuran.
Demi menjaga keindahan dan kerapian tersebut, warga desa setempat menerapkan konsep unik yang disebut dengan Tri Mandala.
Tri Mandala adalah konsep pemetaan wilayah desa Penglipuran menjadi ‘tri’, atau tiga bagian yang berbeda.
Bagian yang pertama disebut dengan Utama Mandala, yaitu zona khusus perumahan dewa atau tempat peribadatan.
Utama Mandala terletak di atas tanah yang lebih tinggi dibanding kawasan lainnya, untuk menunjukkan kesuciannya.
Bagian yang kedua disebut Madya Mandala, yaitu kawasan yang digunakan sebagai komplek perumahan warga.
Madya Mandala terletak di tengah-tengah desa, dipenuhi rumah yang berjajar rapi di sepanjang jalan.
Bagian yang terakhir ada di paling ujung, yaitu Nista Mandala, zona khusus peristirahatan terakhir atau pemakaman warga desa Penglipuran.
Ramah Lingkungan
Salah satu hal yang menarik di desa Penglipuran adalah jalan lebar yang terletak di tengah-tengah desa.
Jalan tengah ini tak boleh dilintasi kendaraan jenis apapun, hanya boleh dilewati pejalan kaki.
Hal ini menjadikan suasana desa di Bangli, Bali ini sangat syahdu dan tidak bising layaknya perkotaan.
Ditambah, masyarakat desa Penglipuran masih menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya mereka.
Adat dan budaya yang masih kental ini membuat hawa dan suasana desa Penglipuran terasa sangat Indonesia.
Tak hanya sekedar berkunjung, wisatawan yang datang bisa menyewa pakaian adat Bali. Bagaimana, patut ditiru bukan? ***