Pasukan Israel Menyerbu Rumah Sakit Utama di Gaza Selatan untuk Mencari Sisa-Sia Sandera yang Disandera oleh Hamas

inNalar.com – Pada Kamis, 15 Februari 2024 pasukan Israel menyerbu rumah sakit utama di Gaza.

Serangan Israel tersebut telah menewaskan seorang pasien dan enam lainnya di dalam area tersebut.

Tentara Israel mengklaim bahwa yang mereka lakukan adalah operasi terbatas untuk mencari sisa-sisa sandera yang disandera oleh Hamas.

Baca Juga: Peras Anggaran Senilai Rp1,1 Miliar, Proyek Bendungan di Aceh Ini Gusur 200 KK, Bagaimana Nasibnya?

Penggerebekan itu terjadi sehari setelah tentara berusaha mengevakuasi ribuan pengungsi yang berlindung di Rumah Sakit Nasser di kota Khan Younis.

Hingga kini, perang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, dan risiko konflik yang lebih luas.

Hal tersebut dapat dilihat ketika Israel dan Hizbullah Lebanon meningkatkan serangan setelah terjadi baku tembak yang mematikan pada hari Rabu.

Baca Juga: Dananya Fantastis hingga Rp2 Kuadriliun, Proyek Kota Baru di Kuwait Ini Memasuki Pengembangan Tahap 1

Militer mengklaim mereka memiliki informasi intelejen yang mengatakan bahwa Hamas telah menyandera di rumah sakit tersebut.

Selian itu, kemungkinan sisa-sisa sandera juga masih ada di dalam rumah sakit.

Meskipun demikian, mereka tidak akan mengevakuasi petugas medis atau pasien secara paksa.

Baca Juga: Dulu Jadi Rebutan Eropa, Mesir Makin Cuan Berkat Pendapatan Terusan Suez Sentuh Rekor US$ 9,4 Miliar, Ternyata Ini Pemicunya

Dilansir inNalar.com dari pbs.org, Israel malah menuding Hamas menggunakan rumah sakit dan bangunan sipil lainnya untuk melindungi para pejuangnya.

Sementara itu, Israel juga melancarkan serangan udara di Lebanon Selatan dan menewaskan 10 warga sipil dan tiga pejuang Hizbullah.

Kejadian terseut merupakan baku tembak paling mematikan di sepanjang perbatasan sejak dimulainya perang Israel-Hamas.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp463 Miliar, Megaproyek Presiden RI Ke-6 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat Ini Mangkrak Sia-sia

Israel dan Hizbullah saling baku tembak setiap hari yang tentunya bisa meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.

Selain itu, negosiasi mengenai gencatan senjata di Gaza tampaknya terhenti.

erdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk melanjutkan serangan sampai Hamas dihancurkan.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]