

inNalar.com – Kabar duka baru saja terjadi dari pasukan elite Kostrad TNI di pedalaman Papua, karena meninggalnya prajurit terbaik Pratu Muhammad Ardiansyah Taena.
Seorang prajurit pasukan elite Kostrad TNI yang baru saja ditugaskan di daerah pedalaman Papua meninggal dunia setelah digigit oleh nyamuk Anopheles.
Pratu Muhammad Ardiansyah Taena, almarhum tersebut, meninggal akibat penyakit yang dideritanya saat bertugas di hutan Papua dikarenakan oleh nyamuk Anopheles.
Baca Juga: Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun akan Gugat MUI 1 Triliun, Ternyata karena Ini
Kematian beliau disebabkan oleh malaria, salah satu penyakit yang paling berbahaya.
Kejadian tragis ini menyoroti pentingnya kesadaran tentang risiko penyakit malaria di daerah-daerah terpencil, terutama di Papua.
Peristiwa ini juga mengingatkan kita akan pengorbanan prajurit TNI yang menjaga keamanan dan melindungi wilayah Indonesia, termasuk dalam kondisi lingkungan yang berisiko.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Perhatikan Gejala Penyakit Malaria yang Bisa Menyebabkan Kematian
Penting untuk diketahui bahwa Papua merupakan wilayah yang tinggi endemi penyakit malaria.
Menurut data Kementerian Kesehatan pada tahun 2022, terdapat hampir 150 ribu kasus positif malaria di wilayah Papua yang juga dikenal sebagai Bumi Cenderawasih.
Daerah-daerah seperti Mimika, Jayapura, Yahukimo, dan Keerom termasuk dalam daerah yang paling parah terkena serangan penyakit ini.
Baca Juga: Yuk Intip Keseruan Konser Summer Tour JKT48 di Jogja Yang Tengah Ramai di Jagad Twitter!
Data tersebut menggambarkan tingkat prevalensi malaria yang signifikan di Papua, dengan jumlah kasus yang cukup tinggi.
Hal ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, pengobatan, dan penanganan penyakit malaria di wilayah ini.
Tindakan yang lebih intensif dan langkah-langkah yang efektif diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan melindungi masyarakat Papua dari risiko penyakit malaria.
Jenazah prajurit batalyon pasukan elite Kostrad TNI ini telah diangkut dari Papua ke Sulawesi Selatan melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Setelah itu, jenazah tersebut dihantarkan dengan upacara militer ke kampung halamannya di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara untuk proses pemakaman.
Pemakaman di kampung halaman merupakan upaya untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengenang jasa-jasa prajurit yang telah berjuang demi kepentingan dan keamanan negara.***