Pasok Domestik 1,5 Juta KL, PT Sinar Mas Agro Bakal Genjot Produksi Usai Upgrade Kapasitas Pabrik Biodiesel di Kalimantan Selatan

inNalar.com – PT Sinar Mas Agro adalah salah satu perusahaan sawit andalan yang lini bisnisnya telah menggurita di Indonesia.

Setelah pihak perusahaan selesai menaikkan kapasitas pabrik biodiesel di Kalimantan Selatan, emiten berkode SMAR ini bakal semakin melesatkan produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME).

Belum lama ini, perusahaan yang terafiliasi Sinarmas Group ini mendapatkan alokasi produk turunan sawit berupa biodiesel B35 sebanyak 1,5 juta Kilo Liter (KL) dari pemerintah.

Baca Juga: Telan Biaya Rp638,8 Miliar, Sistem IPAL di IKN Nusantara Kalimantan Timur Gunakan Teknologi Sanitasi MBRR Berbasis Smart City, Apa Itu?

Alokasi permintaan produk tersebut dari tahun ke tahun terlihat semakin meningkat terlebih usai rampungnya ekspansi kapasitas pabrik biodiesel oada tahun 2022.

Untuk diketahui, SMAR telah terjun ke industri bahan bakar nabati sejak tahun 2013.

PT Sinar Mas Agro sejauh ini telah mengoperasikan dua pabrik terkhusus untuk produk bahan bakar nabati dari CPO ini.

Baca Juga: UNTR Siapkan Capex Rp1,8 Triliun, United Tractors Bakal Seriusi Proyek Tambang Emas di Sumbawa NTB dan Sumatera Utara

Selain berada di Kalimantan Selatan, pabrik satunya juga diketahui berada di kawasan Jakarta.

Pabrik Tarjun yang ada di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan ini menjadi salah satu tulang punggung perusahaan di saat emiten memilih untuk berfokus pada pasokan produk biodieselnya.

Peletakkan lokasi pabrik ditujukan agar operasional dari hulu hingga ke hilir dapat berjalan secara terintegrasi dan efisien dari segi waktu dan maupun biayanya.

Baca Juga: Kejar Laba Rp90 Miliar, Tilik Manuver Jagoan Sawit Kalsel PT Jhonlin Agro Raya di Balik Aksi Merger hingga Penyusutan Alokasi Capex di 2024

Diketahui, kemampuan kapasitas produksi biodiesel SMAR telah mencapai 60.000 ton bahan bakar nabati per tahun.

Dengan adanya ekspansi kapasitas pabrik di Kalimantan Selatan ini, harapannya jumlah produksi bahan bakar nabati perusahaan bisa menembus 450.000 ton per tahun.

Demi menjamin kualitas produknya, pihak perusahaan memiliki fasilitas laboratorium khusus produk ini guna menjaga kualitas produksinya.

Baca Juga: Tekan Emisi 1,74 juta tCO2e, PLTP Garapan Pertamina Geothermal di Minahasa Sulawesi Utara Masuk Bursa Karbon, Ternyata Segini Cuannya

Alokasi pasokan produk bahan bakar nabati dari pemerintah ini sebagaimana mandat biodiesel B20 pada September 2018 silam.

Lebih lanjut, B20 maksudnya adalah kandungan 20 persen minyak nabati yang bercampur dengan 80 persen minyak bumi dalam bahan bakar.

Jadi angka tersebut menunjukkan jumlah porsi kandungan minyak nabati yang ada di dalam campuran biodiesel.

Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala Asia 2023: Penentu Skuad Garuda Menatap Babak 16 Besar

Membanggakannya, Kementerian Pertanian Indonesia sempat mencatatkan produksi B100 pada 21 Februari 2019.

Program mandat biodiesel dari pemerintah ini sangat menguntungkan baik pihak perusahaan sawit, salah satunya PT Sinar Mas Agro (SMAR) sebagai supplier.

Pasalnya dengan adanya keseimbangan supply dan demand yang berkesinambungan, diharapkan harga akan menjadi lebih stabil.

Baca Juga: Investasinya Rp6,6 Triliun, Proyek Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei Diramal Menghemat Devisa Impor LPG Rp1,08 Triliun per Tahun

Sebagai informasi tambahan, PT Sinar Mas Agro telah berhasil membukukan penjualan bersih pada kuartal III tahun 2023 sebesar Rp48,9 triliun.

Namun sayangnya beban pokok penjualan masih terlihat menggembung hingga Rp43,81 triliun.

Alhasil sisa labar kotor SMAR hanya sebesar Rp5,09 triliun dan laba bersihnya tinggal Rp521 miliar. ***

 

Rekomendasi