Pasang Stiker ‘Ampun Pak Polisi Uang Kami Habis!’, Pengemudi Mobil Ini Kena Tilang, Warganet: Sama Tulisan Aja Baper

inNalar.com – Viral seorang pengemudi mobil kena tilang polisi gara-gara pasang stiker di kaca bagian belakang.

Stiker itu bertuliskan “Ampun Pak Polisi Uang Kami Habis!”, dilengkapi gambar pemuda sedang duduk meringkuk.

Polisi yang sedang berpatroli akhirnya memberhentikan mobil tersebut, dan menginterogasi pengemudi, apa maksud stiker tersebut.

Baca Juga: Wow, Nyaris Rp1 M Tiap Orang! Menteri Keuangan Teken Fasilitas Kendaraan Bagi PNS Kategori Ini, Dapat Mobil dan Motor Listrik Gratis?

Dilansir inNalar.com dari unggahan Instagram @viralsekali, tampak sebuah mobil hitam diberhentikan di pinggir jalan.

Polisi yang merekam video, menunjukkan kartu SIM pengemudi yang ternyata sudah tidak aktif lagi.

Ia kemudian bertanya kepada pengemudi mobil, apa maksud dan tujuannya memasang tulisan sindiran di belakang mobil.

Baca Juga: Ikut Jejak Pilkada 2016, Anies Baswedan Pilih Tanah Merah Jadi Langkah Awal Pelaksanaan Kampanye, Apa Istimewanya?

“Tujuannya apa mas tulisan ini?” tanya polisi tersebut sambil menunjuk stiker yang terkesan menyindir tersebut.

Pengemudi yang ditanya sedang menempelkan telepon genggam di telinganya, entah sedang menelpon siapa.

“Saya gak tau pak,” jawab pengemudi mobil, masih dengan posisi menempelkan telepon ke telinganya.

Baca Juga: Honorer Segera Diangkat Jadi PPPK, Intip Besaran Gajinya di Bulan Desember 2023, Aman di Kantong Gak Ya?

Polisi tersebut kembali menyalahkan pengemudi mobil, dan mengatakan bahwa kartu SIM nya terakhir aktif tahun 2014.

“Ini SIM nya mati lagi! Udah dari 2014,” katanya sambil menjatuhkan kartu SIM di kap mobil patroli.

Pengemudi mobil menanggapi hal tersebut dengan tersenyum sambil memandangi layar telepon genggamnya.

Hingga artikel ini ditulis, unggahan oleh Instagram @viralsekali pada 28 November tersebut telah mencapai 779 like dan 84 komentar.

Ada warganet yang mengomentari tindakan pak polisi, katanya baper sama tulisan.

“Ada yang baper nih,” tulis akun @_mo*****, sambil menyisipkan stiker tertawa.

Warganet yang lain mengungkapkan hal yang sama. Katanya, kalau polisi sampai baper, tandanya tulisan itu benar adanya.

“Lah kok baper.. kalau baper berarti bener. Kalau gak bener biasanya santai aja,” tulis akun @absolute_******.

Namun ada juga warganet yang setuju dengan tindakan tersebut, karena tulisan stiker yang dipasang menghina instansi.

“Ya salah dong nulis gitu, karena nama polisi itu kan nama instansi, bukan nama perorangan,” tulis akun @siti_*****.

Akun ini mengatakan bahwa tidak semua polisi melakukan pungutan liar (pungli), melainkan oknum-oknum tertentu saja.

“Yang sering pungli kan perorangan (oknum). Sama saja pengemudi itu menghina pekerjaan mulia instansi mereka, hanya gegara oknum yang aneh-aneh,” tambahnya. ***

 

Rekomendasi