inNalar.com – Partai Pelita menjadi salah satu dari sejumlah organisasi politik baru yang akan turut meramaikan Pemilihan Umum (Pemilu) di tahun 2024, pendiri sekaligus Majelis Pertimbangan Partai tersebbut adalah Din Syamsuddin Mantan Ketua Umum Muhammadiyah periode 2005-2010 sebelum digantikan oleh Haedar Nasir.
Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan Senin, 16 Mei 2022, sejumlah tokoh tampak menghadiri kegiatan itu, diantaranya Gatot Nurmantyo dan Rocky Gerung.
Ketua Umum (Ketua Umum) Partai Pelita yaitu Beni Pramula mengucapkan selamat datang kepada DPW, DPD dan kader se-Indonesia yang turut serta.
Beni Pramula merupakan aktivis muda asal Sumatera Selatan dan Mantan Ketum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2014-2016, dirinya mengunggah foto-foto Rakernas Partai Pelita 2022 yang diadakan di Hotel Mercure Ancol Jakaarta dalam akun Instagram pribadi miliknya.
Surat Keputusan (SK) Pengesahan Badan Hukum Partai Pelita dari Kemenkumham juga sudah dikantongi, rekernas juga membahas konsolidasi dan optimalisasi struktur menuju Pemilu 2024, intinya bersiap-siap menghadapi gelaran pesta demokrasi itu.
“Rakernas Partai Pelita 2022, konsolidasi dan optimalisasi struktur menuju Pemilu 2024. Membangun budaya politik yang beradab, untuk Indonesia maju berdaulat. Selamat datang DPW, DPD, MPW, dan kader Pelita se-Indonesia. Jakarta, 15-17 Mercure Hotel Ancol Jakarta.” Ujar Beni Pramula seperti dikutip inNalar.com dari akun Insagram @benipramula pada Selasa, 17 Mei 2022.
Perlu diketahui bahwa Partai Pelita yang disebut oleh orang-orang Muhammadiyah menambah daftar beberapa kendaraan politik tokoh organisasi masyarakat (ormas) tersebut, seperti PAN yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan saat ini.
Selain itu ada Partai Umat yang dibentuk Amien Rais yang juga Mantan Ketum Muhammadiyah, ketika ditanyakan apakah ini tanda adanya perpecahan di tubuh ormas dengan kampus terbanyak di Indonesia itu?. Beni Pramula menolak anggapan tersebut, tetapi lebih ingin memberikan kontribusi bagi bangsa.
Gatot Nurmantyo yang hadir pada Rakernas Partai Pelita yang menolak dicalonkan menjadi calon presiden, tetap disebut oleh Din Syamsuddin masuk dalam kriteria walapun sebenarnya dirinya dan kendaraan poltik barumya akan fokus terlebih dahulu mendulang suara sebanyak-banyaknya.
Tokoh lainnya yang tampak hadir dalam Rakornas Partai Pelita yaitu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, saat memberi sambutan dirinya menyampaikan harapan agar kendaraan politik baru ini bisa menerangi kegelapan, menginspirasi.
Ahmad Riza Patria yang juga berasal dari Partai Gerinda itu mengatakan, walaupun mendirikan wadah politik baru tidaklah mudah, tetapi semua harus berusaha dalam mewujudkannya untuk memberi kontribusi bagi bangsa dan negara tercinta.
Din Syamsuddin pun mengucapkan terima kasih atas sambutan, doa, serta harapan Ahmad Riiza Patria, dirinya menambahkan motif utama didirikannya Partai Pelita adalah untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di tubuh negara.
Menurutnya, selain kerusakan moral ada juga kesalahan yang jelas-jelas menyimpang dari kesepakatan para pendiri bangsa yaitu berbelok dari Pancasila dan UUD 1945.***