Parah! Situs Paleolitik Pertama di Kalimantan Selatan Musnah Akibat Pembangunan Waduk, Kok Bisa?


inNalar.com –
Mengulik sejarah di Provinsi Kalimantan Selatan memang bukanlah hal yang mudah, karena tanah Borneo memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia.

Mulai dari zaman prasejarah hingga sejarah terdapat banyak peninggalan yang ditinggalkan.

Termasuk sejarah Situs Paleolitik pertama yang ditemukan di Kalimantan di kawasan Sungai Riam Kanan.

Baca Juga: Disebut Siap Nikah, Hubungan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Sudah dapat Dukungan dari Keluarga?

Dikutip inNalar.com dari jurnal Naditira Widya dengan judul Karakteristik Situs Arkeologi Kalimantan Selatan: Berdasarkan Lokasi Geografis yang ditulis Nia Marniati E.F. tahun 2017, menyatakan bahwa situs paleolitik pertama yang ditemukan di Kalimantan berada di Awangbangkal.

Awangbangkal merupakan nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Karangintan Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Sedangkan Situs Paleolitik pertama di Kalimantan ditemukan di Desa Awangbangkal tepatnya di kawasan Hulu Sungai Riam Kanan.

Baca Juga: Suplai Air Baku Hingga 2035, Progress Bendungan di IKN Penajam Paser Utara Capai 92,96 Persen, Biayanya…

Kawasan tersebut masih berdekatan dengan lereng Pegunungan Meratus di sisi barat daya.

Penemuan situs Awangbangkal sebagai bagian dari kebudayaan masa Paleolitik dilaporkan tahun 1939 oleh H. Kupper, 1958 oleh Toer Soetardjo, dan 1976 oleh D.D. Bintarti dengan alat bukti berupa perkakas berbahan dasar batu.

Jika dipadukan dengan budaya kapak perimbas pada masa Paleolitik , maka didapati kecocokan masa itu dengan batu yang ditemukan.

Baca Juga: Ini Dia Tips Agar Sholat Khusyu: Ibadah Makin Nikmat, Mulai dari Wudhu Hingga Fikiran

Namun miris adanya, situs Awangbangkal kini sulit untuk diteliti lebih detail akibat pembangunan waduk Ir. P.M. Noor pada tahun 1959-1973.

Karena geografis dari kawasan tersebut merupakan lembah sungai luas yang dikelilingi perbukitan tinggi dan menunjang kehidupan manusia prasejarah dengan adanya waduk itu menyebabkan kini situs tersebut tenggelam.

Selain itu, terdapat 2 situs lagi di Kawasan Sungai Riam Kanan Kanan meliputi Rantau Balai dan Pulau Sirang.

Penemuan batu Paleolitik di Situs Awangbangkal, Rantau Balai, dan Pulau Sirang memiliki kesamaan yang sama dengan teknologi kapak perimbas yang ada di Pacitan.

Diperkirakan umur dari kapak perimbas tersebut sekitar 0,9 juta tahun yang lalu, dan batuan yang digunakan di kawasan Situs Awangbangkal dan Pulau Sirang lebih banyak didominasi dengan jenis kuarsa dan andesit/riolit.

Selanjutnya, tak jauh dari lokasi situs Awangbangkal tepatnya di perbukitan Karst Pegunungan Meratus ditemukan gua-gua yang memiliki masa lebih lanjut dari Paleolitik, yakni masa preneolitik serta neolitik. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]