Parah! Ratusan Ribu Warga Banten Masih BAB Sembarangan Akibat Tak Punya Jamban, Kok Bisa?

InNalar.com – Provinsi Banten tercatat sebagai daerah yang warganya masih miliki kebiasaan buruk BAB sembarangan karena ketidakpemilikan jamban.

Diketahui, warga di Provinsi Banten mengaku lebih suka BAB sembarangan di area kebun hingga membuangnya di kantong kresek.

Melansir dari laman Instagram pandemictalks, Virgojanti selaku Sekda Banten mengatakan sulit bagi warga di sana untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Baca Juga: Jembatan Terpanjang di Kupang NTT Ini Habiskan Dana Rp235 Miliar, Dikerumuni Milenial Saat Sore karena…

Alasannya, ada ratusan warga Banten yang tercatat tidak mampu membangun sanitasi yang layak di rumah mereka.

Berdasarkan data Pemprov, ada sekitar 240.402 penduduk Banten yang terdata tidak mempunyai jamban.

Wilayah Pandeglang disebut menjadi area yang paling tinggi dimana warganya masih suka membuang feses sembarangan mencapai 25,02%.

Baca Juga: Jalan 326 Km Dibangun di Perbatasan NTT, Warga Daerah Ini Bakal Lebih Kaya Pasca Pembangunan, Lokasinya..

Disusul oleh Kabupaten Lebak dengan presentase 19,87 persen, Kabupaten Serang 15,31%, dan Kabupaten Tangerang sebanyak 12,65%.

Lanjut, beberapa kota lainnya juga masih melakukan hal serupa seperti, seperti Kota Serang dengan presentase 8,94%, Kota Cilegon 7,40%, Kota Tangerang 5,13% dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 4,44%. 

Apabila tidak segera ditangani, fenomena ini akan terus berlanjut dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

Baca Juga: Terletak di Tengah Hutan Papua, Kawasan ini Jadi Kota Modern Pertama RI yang Dibangun Presiden Soeharto

Akan adanya fenomena tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Nawa Said Dimyati, memerintahkan Pemprov Banten membuat program pembangunan jamban.

Pembangunan jamban atau MCK tersebut diminta agar di buat sebanyak-banyaknya di tahun 2024.

Upaya tersebut dilakukan agar kebiasaan BAB sembarangan tidak lagi dilakukan oleh masyarakat Banten.

Diketahui, angka ini cenderung meningkat dari data yang diperoleh 2 tahun lalu pada 2021, dimana jumlah warga Banten yang tak memiliki jamban tercatat ada 158.968 keluarga.***

 

Rekomendasi