Panutan Soeharto Pada Falsafah Jawa Sampai Akhir Hayatnya, Ungkap Sikap Teladan Bisa Perjuangkan Bangsa

inNalar.com – Kala itu seorang Presiden kedua Indonesia menganut sebuah falsafah Jawa sampai akhir hayatnya. 

Falsafah tersebut bisa menjadi sangat penting bagi bangsa di masa depan. 

“Mikul dhuwur mendhem jero” menjadi panutan Presiden Soeharto yang dijelaskan sangat penting bagi masa depan. 

Baca Juga: Siapa Saja ‘Mainan’ Soeharto yang Diduga Terlibat dalam Gerakan 30 September? Ada Sosok Tak Terduga

Menganut falsafah itu hingga akhir hayatnya, yang mengandung arti bagi seorang anak, yaitu memikul setinggi-tingginya, meredam sedalam-dalamnya. 

Maksud dari memikul setinggi-tingginya adalah menjunjung tinggi nama baik orang tua serta menghormati mereka. 

Sedangkan pada meredam sedalam-dalamnya bermaksud pada kekurangan orang tua dikubur atau tidak ditampilkan. 

Baca Juga: Terungkap Alasan Soeharto Mengenal Letkol Untung yang Jadi Dalang Dibalik G30S PKI, Ternyata Pernah Dipimpin?

Peribahasa ini juga berlaku bagi semua orang dengan mengangkat kebaikannya dan menyembunyikan kesalahan orang tersebut. 

Begitupun bagi bangsa dengan sikap teladan dalam hal perjuangan para pendahulu bangsa. 

Dalam meningkatkan suatu kualitas harus menjunjung tinggi dalam meneladani sikap teladan. 

Baca Juga: Kejadian Berdarah Gerakan 30 September Libatkan Soeharto? Ada Kisah Tersembunyi yang Baru Terungkap

Sikap teladan tersebut terdapat pada orang tua yang berperan penting bagi kehidupan seorang anak. 

Bagi orang Jawa seorang anak harus “Mikul dhuwur mendhem jero” terhadap orang tua mereka. 

Nilai-nilai teladan yang dapat dipikul tinggi pastinya teladan-teladan yang baik bagi teladan buruk sebaiknya ditinggalkan.  

Mengutip dari video unggahan youtube @President Files, Presiden Soeharto mengatakan “Agar supaya selalu menjunjung tinggi teladan-teladan yang baik daripada orang tua dan meninggalkan dan tidak melaksanakan teladan yang kurang baik daripada orang tuanya,” ujar sang Presiden. 

Sikap teladan yang dapat ditiru adalah sikap pengabdian pada negara dan bangsa dengan sifat patriot. 

Berdampak juga pada pandangan suatu bangsa akan memandang positif dengan melanjutkan nilai perjuangan yang baik dari perjuangan pendahulu bangsa.***

 

Rekomendasi