

inNalar.com – Beberapa waktu lalu, perusahaan asal China, TikTok mengumumkan telah membeli 75% saham dari salah satu perusahaan ternama di Indonesia, yakni GoTo.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang memiliki kode saham GOTO ini merupakan perusahaan yang terbentuk setelah proses merger antara dua perusahaan ternama di Indonesia, yakni Gojek dan Tokopedia.
Seperti yang banyak diketahui, Gojek adalah sebuah aplikasi ojek online yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi ini memiliki berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Gojek sendiri didirikan pada tahun 2011 oleh pendirinya yang saat ini menjadi Menteri Pendidikan, yakni Nadiem Makarim.
Sedangkan, Tokopedia adalah e-commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada Agustus 2009.
Pembentukan dari Tokopedia ini memiliki tujuan sebagai misi pemerataan ekonomi secara digital.
Pada awal 2022 lalu, dua perusahaan ternama di Indonesia ini mengambil langkah besar untuk dapat mengembangkan bisnisnya, yakni dengan bergabung atau merger menjadi satu badan usaha bernama PT GoTo Gojek Tokopedia.
Selain itu, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, pada awal Desember 2023 lalu, perusahaan gabungan antara dua raksasa bisnis di Indonesia ini menjalin kerja sama dengan platform entertainment global asal China.
Kerja sama antara keduanya ini dilakukan dengan pembelian stock sebanyak 38,19 juta atau setara dengan 75,01% dari total keseluruhan stock yang dimiliki oleh perusahaan Gojek-Tokopedia.
Perlu diketahui, stock yang dibeli oleh platform hiburan milik ByteDance Ltd ini adalah stock baru yang memang dipersiapkan untuk dibeli oleh platform hiburan ini.
Adapun biaya yang harus dikeluarkan guna memborong 75,01% saham GOTO tersebut adalah sekitar US$840 juta atau setara dengan Rp13,02 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500)
Alasan dari kerja sama kedua perusahaan raksasa ini adalah untuk mendorong pengembangan e-commerce kedepannya dan juga memberi peluang ke TikTok untuk mengembangkan bisnisnya di e-commerce tanah air.
Pemilihan GOTO sebagai partner kerja sama TikTok adalah karena keduanya memiliki visi misi yang sama untuk menjunjung tinggi UMKM lokal dan kreator Indonesia.
Selain itu, perusahaan besar asal Indonesia ini juga memiliki jumlah aktiva yang tidak sedikit.
Dilansir dari Bursa Efek Indonesia, aset milik perusahaan gabungan Gojek dan Tokopedia ini terbagi menjadi dua, yakni lancar dan tidak lancar.
Adapun aktiva lancar ini terdiri dari kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha, persediaan, dan lain-lain dengan total per September 2023 mencapai US$31.047.612 atau setara Rp481,24 miliar. (kurs US$1 = Rp15.500)
Sedangkan untuk aktiva tidak lancar terdiri dari investasi pada entitas asosiasi, piutang lain-lain, asek pajak tangguhan, goodwill, dan lainnya dengan total per 30 September 2023 mencapai US$100.992.147 atau setara Rp1,56 triliun.
Dengan begitu, total aset yang dimiliki oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk per 30 September 2023 adalah sebesar US$132.039.759 atau setara Rp2,04 triliun.***