

inNalar.com – Ponpes Al-Zaytun adalah salah satu pesantren yang terbesar di Provinsi Jawa Barat tepatnya di Indramayu.
Pondok Pesantren ini didirikan oleh AS Panji Gumilang pada tahun 1996 di Indramayu, Jawa Barat.
Panji Gumilang selaku pimpinan Ponpes Al-Zaytun terus menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Panji Gumilang disebut-sebut mengajarkan ajaran sesat kepada para santri dan lingkungan sekitarnya.
Adapun ajaran sesat yang diduga berasal dari Ponpes Al-Zaytun ini diantaranya Pondok Pesantren tersebut juga menyatakan bahwa ibadah haji dapat dilaksanakan di Al-Zaytun dan tanpa pergi ke tanah suci.
Ibadah haji dapat dilakukan dengan cara mengelilingi pondok pesantren yang memiliki luas sekitar 1200 hektar menggunakan mobil.
Baca Juga: Bahasa Gaul Baru Ramai di Medsos, Apa Itu Skena, NT, dan Cengil? Ini Arti dan Maksud Sesungguhnya
Ponpes Al-Zaytun juga menganggap bahwa negara diluar islam merupakan negara kafir.
Kemudian, mengenai Infaq. Ponpes Al-Zaytun diduga menarik iuran paksa hingga miliaran rupiah kepada orang-orang yang tinggal di desa sekitarnya.
Namun, baru-baru ini tersebar sebuah video pernyataan Kontroversial Panji Gumilang didepan para pengikutnya.
Baca Juga: Gelora Bung Karno Masuk Dalam Daftar Sepuluh Besar Stadion Terbaik di Dunia? Berikut Faktanya!
Dalam video yang diunggah oleh akun tiktok Darul Hadist Lusan, Panji Gumilang menyebut bahwa Surga itu hanya Khayalan semata.
Tak hanya itu, Panji Gumilang juga mengatakan bahwa surga itu bisa dibuat oleh manusia.
“Menggambarkan surga yang sampai hari ini banyak yang tidak menemukan surga itu ada dimana dan bagaimana bentuknya. Sedangkan kitab-kitab suci sudah menggambarkan secara riil.” ucap Panji Gumilang.
“Surga yang sodara yakini selamanya khayal belaka. Jadi, Surga bisa dibuat sodara-sodara, jangan ragu.” tambah pimpinan Ponpes Al-Zaytun tersebut.
Pernyataan kontroversial dari Panji Gumilang itu pun mendapat sorotan tajam dari para warganet.
Ada sebagian besar warganet yang menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi dan terhindarkan dari sorotan pihak yang berkaitan dengan hal-hal berbau ajaran Islam seperti Menteri Agama, MUI, dan lain sebagainya.***(Alfina Indira)