

inNalar.com – Polemik Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang hingga kini masih menjadi sorotan publik.
Pasalnya, sederetan praktik keagamaan dan ungkapan kontroversial Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al Zaytun, diduga menyebarkan ajaran sesat kepada para santrinya.
Lantas, bagaimana cara Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al Zaytun yang diduga mengajarkan ajaran sesat ini merekrut para jamaahnya?
Baca Juga: Tips Glow up dalam Seminggu! Low Budget dan Puas Banget Dapat Wajah Glowing!
Jafar Rohadi mengungkap dalam kanal Youtube Guru Gembul, bahwa Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang diduga secara berkala masuk ke beberapa kampung dan kota untuk merekrut anggota untuk diambil uangnya untuk kemudian mencuci otaknya hingga mudah mengkafirkan orang.
“Mereka itu secara berkala masuk ke kampung dan ke kota-kota untuk merekrut jamaah untuk diambil uangnya dan kemudian untuk dicuci otaknya,” ujar Jafar Rohadi saat menjelaskan proses perekrutan jamaahnya.
Dimulai dari dugaan praktik keagamaan sesat Panji Gumilang seperti menyanyikan lagu Yahudi, kontroversi pembolehan zina asal memiliki biaya sebesar Rp 2 juta rupiah, iuran infak dengan cara yang terkesan memaksa, hingga ajaran Ponpes Al Zaytun yang mudah mengkafirkan orang.
Jafar Rohadi dalam kanal YouTube-nya, menjelaskan tentang modus yang diajarkan oleh Ponpes Al Zaytun dalam ajaran takfiri-nya.
Berdasarkan penjelasannya, Ponpes Al Zaytun mengajarkan nilai ajaran yang diduga sesat. Pasalnya, salah satu nilai yang ditanamkan pada santri dan jamaahnya tentang kenegaraan yakni sebagai berikut.
Jafar Rohadi mengungkap bahwa Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang, mengajarkan bahwa siapa saja yang hidup di bawah negara yang tidak menjalankan syariat Islam, maka presiden dan orang yang patuh kepada sistem kenegaraan yang bukan didasari oleh ajaran Islam, maka dianggap kafir.
Baca Juga: 5 Link Twibbon Gratis dengan Pilihan Warna Menarik untuk Memeriahkan Idul Adha 2023
Lebih lanjut, Jafar Rohadi menjelaskan lebih lanjut perihal ajaran Panji Gumilang yang diduga sesat ini. Dalam penjelasannya Ponpes Al Zaytun diduga mendoktrin para jamaah maupun santrinya dengan dalih Indonesia bukan bagian dari negara yang menjalankan hukum Islam sebagai dasar negaranya.
Sehingga, dalam hal ini, presiden yang memimpinnya pun tidak bisa disebut sebagai imam kaum muslimin, sedangkan di dalam Islam, menurut pandangan Ponpes Al Zaytun, dikatakan bahwa orang Islam itu harus memiliki jamaah.
Hanya jamaah yang memiliki Imam Muslim dengan dasar negara Islam lah yang dianggap selamat, ungkap Jafar Rohadi saat menjelaskan logika ajaran yang diduga sesat milik Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang ini.
Berdasarkan penjelasan Jafar Rohadi mengenai dugaan ajaran sesat yang diajarkan Ponpes Al Zaytun ini bahwa jika seorang presiden dipilih oleh jamaah yang berasal dari muslim dan non muslim, serta tidak menjalankan syariat Islam,
Maka presiden dan orang-orang yang patuh terhadapnya itu dianggap kafir dalam ajarannya, ungkapnya saat menjelaskan dugaan kesesatan dalam ajaran ponpes yang kontroversial ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi