

inNalar.com – Kini pemerintah tengah gencar melakukan pemerataan pembangunan di daerah-daerah tertinggal dan salah satunya di Papua.
Pembangunan tersebut meliputi infrastruktur yang sangat dikebut ini adalah proyek jalan di Papua.
Hal tersebut merupakan upaya pemerintah pusat untuk membuka isolasi daerah-daerah terpencil di Papua.
Penamaan proyek jalan di Papua ini dikenal dengan sebutan Jalan Trans Papua.
Pembangunan proyek jalan trans Papua ini sebenarnya telah dimulai pada era kepemimpinan Presiden Soeharto dan dinamai dengan Jalan Trans Irian Jaya.
Proyek Trans Irian Jaya tersebut terbagi dalam tiga jalu yaitu Nabire-Ilaga, Jayapura-Oksibil dan Merauke-Digul via Bupul.
Pembangunan jalan trans Papua tersebut dilanjutkan dari masa ke masa dan beberapa tahun belakangan ini proyek jalan Trans Papua mencapai 3.462 km.
Pembangunan proyek jalan trans Papua ini terdiri dari 6 paket di ruas Jayapura-Wamena.
Berbeda dari pembangunan jalan di daerah lainnya, pembangunan proyek jalan Trans Papua ini pengiriman logistiknya bukan dari jalur darat.
Pengiriman logistik kebutuhan proyek jalan trans Papua ini sebagian masih menggunakan jalur udara.
Kemudian, sebagiannya lagi kebutuhan logistik proyek jalan trans papua menggunakan ponton.
Untuk pembangunan proyek jalan Trans Papua ini juga merogoh kocek dompet pemerintah dengan cukup dalam.
Dana yang dibutuhkan untuk membangun jalan trans Papua ini mencapai hampir Rp 3 triliun yakni tepatnya Rp2,9 triliun.
Dalam pembangunan proyek jalan trans Papua ini tentunya terdapat suatu hambatan yang harus dilalui.
Hambatan pembangunan proyek jalan trans Papua terkait dengan kondisi medan yang cukup berat.
Selain itu, faktor keamanan yang juga menjadi salah satu hambatan dalam pembangunan proyek jalan trans Papua.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi