Panjangnya Capai 2.749 km, Jalan Tol Trans Sumatera Sudah Beroperasi Sebagian, Ini Kata Para Pengguna Jalan

inNalar.com –  Jalan tol trans Sumatera merupakan salah satu tol terpanjang yang dibangun di Indonesia, guna mempermudah masyarakat. 

Bertujuan untuk memudahkan perniagaan, pekerjaan, layanan, pasar, mengurangi biaya logistik, menjadi sederet manfaat pembangunan jalan tol ini.

Melansir informasi resmi dari laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), diketahui bahwa pembanguan tol tras sumatera ini telah diselesaikan secara bertahap.

Baca Juga: Menggerus Dana Rp21,26 Triliun, Proyek Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami Akan Dibangun Sepanjang 21,6 KM

Tercatat, hingga Juli 2023 lalu, sebanyak 6 ruas sepanjang 596 km telah beroperasi penuh, sedangkan 7 ruas lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Menteri Basuki mengatakan, secara keseluruhan tol trans Sumatera memiliki panjang 2.749 km sebanyak 24 ruas tol.

Terdiri dari koridor utama sepanjang 1.889 km dan koridor pendukung 860 km. Salah satu ruas tol yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan telah beroperasi adalah jalan tol Bengkulu-Taba penanjung sepanjang 16,7 km.

Baca Juga: Canggih dan Multifungsi! Jalan Tol di IKN Ternyata Bisa Jadi Area Runway Pesawat, Didesain Sepanjang 3 Km

Diketahui, tol ini menjadi jalur penting yang bisa menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Setelah beberapa ruas jalan Tol Trans Sumatera ini beroperasi, begitu banyak pengguna jalan, serta masyarakat sekitar yang sangat terbantu.

Melansir video yang diunggah akun YouTube @Geodika, beberapa pengguna jalan dengan berbagai profesi, senang dengan kehadiran tol ini.

Baca Juga: Progresnya Capai 39 Persen, Tol di Sumatera Barat yang Melayang di Atas Rel Kereta Ini Dilanjutkan Setelah…

Seperti Hartono, selaku pengusaha distribusi yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin, yang mengatakan, keberadaan jalan tol ini mempercepat perjalannya, hingga 10 jam lebih cepat.

“Dulu belum pakai tol lama, takut preman, dan bedanya 10 jam dari yang sekarang, jadi lebih cepat” ungkap Hartono menjelaskan.

Hartono juga menambahkan, angkutan truk yang biasanya hanya mengangkut sawit dan karet, kini bisa ditambah dengan padi.

Keuntungan pun juga dirasakan oleh petani, yang terbantu dalam menjualkan hasil panen padi.

Pengguna jalan lain juga mengatakan, dulu perjalanan sebelum adanya jalan tol dapat mencapai hingga 2 hari 2 malam, namun sekarang sudah lebih cepat.

Bagaikan mengobati sakit, tol trans Sumatera ini dianggap masyarakat sebagai obat yang dapat mengurangi keluhan.

Bukan pengakuan dari pengguna jalan saja yang terbantu, namun pedagang yang berada di rest area juga merasa bersyukur.

Seorang pedagang mengatakan, saat ini perekonomiannya jauh lebih baik, karena dulunya hanya berdagang di ladang- ladang saja.

Ibu rumah tangga pun juga ikut berkomentar bahwa keberadaan jalan tol membuat dirinya ada pekerjaan yang dilakukan, sehingga bisa membantu perekonomian rumah tangga.

Inilah sederet komentar positif dari berbagai penjuru masyarakat yang berada di sekitar jalan tol Trans Sumatera.

Dengan ini, semoga jalan tol dapat terus meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]