

inNalar.com – Jalan paralel yang menghubungkan Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Timur (Kaltim) ini di bangun sepanjang 608 km dan ditargetkan rampung pada 2024.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berambisi mengejar target pembangunan jalan Paralel Perbatasan Kalbar dan Kaltim.
Nantinya kawasan perbatasan ini akan dibangun pusat ekonomi baru, terutama di pintu lintas daerah.
Salah satu ruas yang menjadi fokus adalah sepanjang 149 km dari lokasi Nanga Era sampai perbatasan Kaltim.
Diketahui sudah sebanyak 25 km yang telah memiliki lapisan aspal sedangkan 25 km lainnya sedang dalam proses pengaspalan dan diharapkan akan rampung pada 2024 dan akan berfungsi penuh pada akhir 2024 atau awal 2025.
Menteri Basuki dalam tinjauannyanya di proyek pembangunan jalan paralel mengungkapkan, pembangunan infrastruktur di pemerintahan Presiden Jokowi masih melanjutkan program periode pertama yaitu 2014 sampai 2019. Program tersebut berkaitan dengan membangun dari pinggiran.
Baca Juga: Gempa Bumi di Maroko Tewaskan 820 Korban Jiwa, Berikut Rincian Persebaran Wilayah yang Terdampak
Dalam tinjauan tersebut Menteri Basuki juga mengingatkan untuk memperhatikan pembangunan mulai dari sisi kondisi lingkungannya.
Menurutnya pembangunan di wilayah Kalimantan yang masih berada di kawasan hutan, harus benar-benar diperhatikan lingkungan sekitarnya.
Dirinya nya juga meminta agar diteliti dengan benar penataan lereng, pengecekan setiap titik-titik yang rawan longsor.
Selain itu pembangunan di kawasan hutan jangan sampai terjadi erosi yang akan menyebabkan tanaman disekitar mati sehingga dapat mencemari sungai di hilir.
Handiyana selaku Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat menyatakan bahwa sampai akhir 2022 ada dari jalan Paralel Perbatasan Kalbar dengan panjang 608 km, sudah sekitar 221 km yang memiliki lapisan aspal.
Meski perbatasan Kalbar telah terhubung namun jalan belum sepenuhnya dapat digunakan, dikarenakan memerlukan perbaikan jalan yang curam dan pembangunan jembatan.
Diketahui pada tahun 2023 ini telah dilaksanakan 9 paket pekerjaan peningkatan juga pembangunan Jalan Perbatasan Kalbar, diantaranya:
-Peningkatan Jalan dan Jembatan Ruas Batas Siding/Seluas, Batas Sekayang/Entikong dan Rasau
Sepanjang 47,10 km dalam target dari tahun 2022 sampai 2024 dan memiliki nilai Rp209 miliar.
-Pemeriksaan rutin Jalan dan jembatan Ruas Simpang Take sampai Simpang Sontas sepanjang 95,54 km dan memiliki nilai RP9,6 miliar.
-Pembangunan jalan Batas Kapuas Hulu/Sintang sampai Nanga Badau MYC sepanjang 33,60 km yang ditargetkan pada 2020 sampai 2023 dan memiliki nilai sebesar Rp199 miliar.
Saat ini dilakukan juga pembangunan jembatan di antaranya:
1. Ruas Entikong, Rasau, Badau MYC ditargetkan pada tahun 2020 sampai 2023 sepanjang 859 meter dan memilki nilai Rp139 miliar.
2. Peningkatan Jalan Ruas Rasau, Sepulau, Batas Kapuas Hulu/Sintang MYC ditargetkan pada tahun 2022 sampai 2024, sepanjang 68 km dan memilki nilai Rp181 miliar.
3. Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan Ruas Simpang Balai Karangan, Rasau, Simpang Nanga Kantuk, Nanga Badau sepanjang 89 km dan memilki nilai Rp7,39 miliar.
4. Pembangunan Jalan Nanga Era dan Batas Kaltim MYC ditargetkan pada tahun 2022 sampai 2024 sepanjang 25 km dan memilki nilai Rp148 miliar.
5. Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan Ruas Nanga Era, Bts. Kaltim sepanjang 27 km dan memilki nilai Rp2,9 miliar.
6. Pemeliharaan Rutin Simpang Temajuk, Tanjung dan Aruk – Simpang Take sepanjang 65 km dan memilki nilai Rp. 3,9 miliar. ***