

inNalar.com – Sesuai namanya, Jembatan Teluk Kendari merupakan sebuah jembatan yang membentang di atas Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara.
Jembatan Teluk Kendari ini menghubungkan antara Kota Lama dengan Kecamatan Poasia yang dipisahkan oleh teluk.
Teluk Kendari sendiri memiliki ukuran yang relatif kecil.
Baca Juga: Termahal di Kalimantan Timur, Jembatan dengan Investasi 15,53 Triliun Ini Membentang di Atas Teluk
Mulut dari Teluk Kendari memiliki bentuk seperti botol dengan lebar 200 m.
Teluk ini membentang sepanjang 7 km dengan lebar maksimum 3,5 km.
Jembatan Teluk Kendari sendiri memiliki total panjang sekitar 1.348 meter.
Struktur jembatan ini terdiri dari jalan pendekat atau oprit sepanjang 602,5 meter.
Kemudian, approach span sepanjang 357.7 meter, side span dengan panjang 180 m, dan bentang utama sepanjang 200 meter.
Jembatan ini memiliki lebar 20 meter dengan 4 lajur yang berbeda, median, serta trotoar.
Jembatan Teluk Kendari ini dibangun pada tahun 2015 dan diresmikan pada tahun 2020.
Peresmian ini dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi pada Oktober 2020.
Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh PT PP (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (Persero).
Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan jembatan ini adalah sekitar Rp 804 miliar.
Pembangunan jembatan ini tentunya memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat.
Dulu, sebelum Jembatan Teluk Kendari dibangun, masyarakat yang ingin pergi ke sisi seberang harus naik kapal feri terlebih dahulu.
Atau juga bisa melakukan perjalanan darat dengan jarak kurang lebih 20 km.
Lama perjalanan yang dibutuhkan biasanya sekitar 30 menit.
Namun, setelah dibangunnya jembatan ini, masyarakat bisa menghemat waktu hingga 20 menit lebih.
Perjalanan dari Kota Lama menuju Kecamatan Poasia bahkan hanya memerlukan waktu sekitar 3 hingga 5 menit saja.***