

inNalar.com – Dahulu terdapat pembangunan jalan, yang mana diperkirakan hanya membutuhkan waktu 3 tahun pembangunannya.
Padahal panjang dari jalan tersebut membentang lebih dari 1000 Km. Jalan sepanjang 1000 Km tersebut membentang dari pulau Jawa dari Timur, hingga ke Barat.
Adapun jalur yang dimaksud adalah jalan Anyer-Panarukan, yang berada di Banten hingga Jawa Timur.
Diketahui jika jalan Anyer-Panarukan ini diprakarsai semasa Pemerintahan Gubernur Jendral Herman Willem Daendels, atau yang lebih dikenal sebagai Daendels.
Daendels sendiri memerintah selama 3 tahun, yaitu pada tahun 1807-1810.
Jika bertanya-tanya daerah jalan yang dibangun dari mana, maka jalan tersebut dibangun dari Banten daerah Cilegon, Jakarta, bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Pati, Surabaya, Probolinggo, hingga di Jawa Timur, yaitu Panarukan.
Orang-orang mungkin tidak sadar saat melintas di jalur kerja paksa (Rodi) tersebut.
Sebenarnya, jalan tersebut berada di jalur pantai utara (Pantura), yang biasanya digunakan orang-orang untuk mudik.
Semasa pemerintahan Daendels, jalan pantura itu lebih dikenal dengan nama Jalan Raya Pos, atau Jalan Daendels.
Dilansir InNalar.com dari guru.kemdikbud.go.id, jalan Anyer-Panarukan ini dibangun 200 tahun yang lalu, di tahun 1808-1811.
Alasan dari dibuatnya jalan Daendels Anyer-Panarukan adalah karena jalur ini merupakan sarana transportasi penting yang digunakan dalam mengangkut berbagai hasil bumi.
Baca Juga: Jarang Ada yang Tahu, Pelabuhan di Lampung Ini Panjangnya Sampai 6 Mil, Yuk Cari Tahu Dimana
Sayangnya, pembangunan jalan Anyer-Panarukan ini sebagian besar harus dilakukan oleh tenaga manusia, yang mencapai puluhan ribu.
Inilah yang dikatakan sebagai kerja paksa atau rodi, dimana rakyat pribumi kala itu tidak dibayar dan tidak diberikan makanan yang layak.
Bagaimana tidak rodi, karena sedikitnya terdapat 24 ribu korban jiwa yang meninggal dalam pembangunan jalan Anyer-Panarukan.
Bahkan jumlah tersebut tidak termasuk data-data yang tidak tercatat.
Sebab itulah di Jawa Timur, dibangun Monumen 1000 Km Anyer Panarukan.
Monumen ini sendiri berada di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
Perlu diperhatikan, Pembangunan Monumen 1000 Km Anyer Panarukan ini dibangun pada September 2014.
Jadi monumen ini termasuk baru, sebabnya dulunya monumen tersebut merupakan tugu udang, yang menandakan jika Panarukan adalah penghasil budidaya udang air payau.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi