

inNalar.com – Panduan Menggunakan Masker Wajah Sebagai Bagian Dari Rutinitas Merawat Kulit Wajah.
Seberapa sering kamu harus menggunakan masker wajah tergantung pada jenis kulit, kebutuhan individu kulit, dan jenis masker yang kamu gunakan.
Penting untuk memperhatikan petunjuk yang tertera pada label atau kemasan masker wajah kamu.
Baca Juga: Bawa-Bawa Nama Nabi Muhammad, Akun LGBTQ Dikecam Oleh Muslim Seluruh Dunia
Petunjuk tersebut akan memberikan informasi tentang frekuensi penggunaan yang disarankan, berdasarkan formulasi dan kandungan bahan aktifnya.
Beberapa masker wajah disarankan untuk digunakan sekali seminggu. Sementara masker wajah yang lainnya dapat digunakan lebih sering, hingga 3 kali seminggu.
Membaca petunjuk dengan teliti akan membantu kamu menentukan jadwal penggunaan yang tepat untuk mendapatkan manfaat maksimal dari masker wajah yang kamu gunakan.
Ada beberapa jenis masker wajah yang bisa kamu pilih seperti,
Pertama kamu bisa gunakan clay mask atau mud mask. Clay mask dan mud mudah dikenali dengan ciri khasnya, yaitu konsistensi tebal dan warna hijau, coklat, atau abu-abu yang mencolok.
Masker ini terkenal karena efek “detoksifikasi” yang dimilikinya, di mana mereka mampu menarik minyak berlebih dan kotoran yang ada di pori-pori kulit kamu.
Baca Juga: Desa Ini Sudah Pasti Setiap Sore Turun Hujan, Fenomena Apa?
Karena kemampuannya dalam menyaring, masker wajah ini sangat cocok untuk jenis kulit yang rentan berjerawat, berminyak, kombinasi, atau kulit yang terlihat kusam.
Kedua kamu bisa gunakan charcoal mask. Dalam bidang medis, arang aktif telah lama digunakan untuk membantu mengeluarkan racun dan mengatasi overdosis zat dalam tubuh.
Dalam perawatan kulit, masker wajah ini diyakini memiliki kemampuan untuk membersihkan kotoran dan membantu mengatasi jerawat.
Karena sifatnya yang mampu menyerap minyak dan kotoran, charcoal mask sangat cocok untuk digunakan pada kulit yang cenderung berjerawat, berminyak, dan kombinasi.
Namun, perlu diingat agar berhati-hati dalam memilih charcoal mask agar tidak membuat kulit menjadi kering dan terasa tegang.
Terakhir kamu bisa coba membuat masker yang natural sendiri. Meskipun masker DIY mungkin terlihat lebih aman, penting untuk memahami bahan-bahan yang boleh digunakan secara topikal.
Hindari penggunaan bahan-bahan asam, seperti jus lemon dan cuka apel, yang dapat memperburuk kondisi kulit kamu. Sebelum mengaplikasikannya di wajah, lakukan uji coba masker pada area kecil di garis rahang untuk memastikan tidak menyebabkan iritasi.***(Muhammad Tri Putra Agustino)