

inNalar.com – Sidoarjo dikenal dengan anak-anak muda kreatif, salah satu produk dari kreatifitasnya adalah Kampung Lali Gadget di Kecamatan Wonoayu, dengan motto “Keren Berbeda Berdampak” sebagaimana tertulis diakun Instagram @kampunglaligadget.
Kampung Lali Gadget mengusung tema Outdoor Learning melalui berbagai macam permainan tradisional sebagai digital detox bagi semua kalangan usia, dengan edukasi berbasis sosial budaya di lingkungan pedesaan.
Pengunjung akan diajak untuk sejenak melupakan gadget, melalui berbagai macam kegiatan hingga permainan tradisional yang tersedia di kawasan Kampung Lali Gadget.
Komunitas ini, diinisiasi oleh Achmad Irfandi pemuda asal Wonoayu, Sidoarjo yang mendirikan Yayasan Kampung Lali Gadget. Melalui yayasan tersebut, diharapkan mampu menjadi wadah sekaligus proses treatment pada anak-anak yang telah kecanduan gadget.
Tujuan awal berdirinya Yayasan Kampung Lali Gadget atau lebih dikenal KLG yakni melestarikan permainan tradisional agar tidak punah. Hal tersebut menjawab keresahan yang ada saat ini, ketika anak-anak asyik dengan game online, maka KLG hadir dengan konsep tanpa gadget.
KLG terbagi menjadi dua kawasan, pertama kawasan pendopo sebagai pusat kegiatan indoor dengan alat permainan tradisional berbahan bambu hingga gerabah serta beberapa buah gamelan lengkap dengan wayangnya, lalu kawasan kedua yakni sawah dan area perkebunan untuk kegiatan outdoor.
Baca Juga: 5 Gunung Paling Sakral di Jawa Ini Rumornya Bisa Kabulkan Segala Hajat, No 2 Jadi Pertapaan Raja
Berbagai macam alat permainan tradisional tersedia di bagian pendopo Kampung Lali Gadget, egrang, dakon, yoyo hingga gasing dari bambu adalah metode digital detox yang digunakan oleh Tim Kampung Lali Gadget agar pengunjung bisa melepaskan diri dari gadget.
Sementara untuk kegiatan outdoor, Tim KLG akan mengajak pengunjung ke sawah untuk menanam padi, bermain lumpur dan mencari belut serta berbagai aktivitas lainnya.
Suasana KLG pun terbilang sangat mendukung, kondisi bangunan semi terbuka membuat pengunjung terbuai dengan semilirnya angin, tidak lupa dikelilingi sawah, kebun, serta lokasi yang jauh dari bising perkotaan.
Baca Juga: Habiskan Dana Pembangunan Rp786,3 Miliar, Bendungan di Bali Ini Akan Jadi Objek Wisata Baru
Sejak awal berdiri pada Agustus 2018 Kampung Lali gadget telah berkembang sangat pesat, bahkan beberapa sekolah di Sidoarjo mengajak kerjasama untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran.
Tidak hanya di kalangan masyarakat Sidoarjo saja, KLG juga pernah dikunjungi oleh aktris ternama Luna Maya pada bulan Februari tahun 2022 lalu, terlihat ia bermain dengan gembira bersama anak-anak dan sangat menikmati momen di Kampung Lali Gadget.
KLG juga tercatat beberapa kali memperoleh penghargaan salah satunya Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Nomor 1 di Jawa Timur tahun 2022 oleh Pemprov Jatim, SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia Awards 2023 Astra.
Baca Juga: Harga Mahal Tapi Porsi Selalu Dikit, Ini Alasan Restoran Mewah Terbiasa Menyuguhkan Porsi Kecil
Irfan sebagai founder merasa bangga dengan pencapaian yang diperoleh KLG, namun dia tidak berpuas diri karena masih banyak mimpi yang ingin ia wujudkan bersama KLG.
Kedepannya, Irfan memiliki sebuah rencana akan membuat lembaga pendidikan non formal yang berbasis kampung, permainan tradisional. Dalam mencapai hal itu, tentu membutuhkan lebih banyak tenaga dan biaya. Ia mengaku masih mempersiapkannya dengan matang.
Irfan berharap bisa mendirikan sekolah alam yang murah, karena selama ini sekolah alam selalu identik dengan biaya yang mahal, namun menurutnya masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan terkhusus persoalan SDM. Adapun saat ini, KLG memiliki susunan pengurus sekitar 10 orang yang berasal dari warga sekitar sendiri. *** Razif Abdillah
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi