Paling Ekstrim di Indonesia! Begini Tradisi Potong Jari Tiap Kali Ada Kerabat/Keluarga yang Meninggal di Papua

inNalar.com – Jika berbicara dengan tradisi, Indonesia selalu kaya akan cerita dan keragaman dari masing-masing daerah. Baik dari daerah dengan pulau terbesar atau terkecil.

Papua menjadi salah satu pulau terbesar di Indonesia. Memiliki beragam Kebudayaan dan tradisi yang masih dilestarikan hingga kini.

Dalam Suku Dani di Lembah Baliem, Papua terdapat tradisi kematian. Tradisi tersebut bernama Iki Palek.

Baca Juga: Desa Labang di Perbatasan Indonesia-Malaysia Terisolasi dari Dunia Luar

Tradisi yang tergolong ekstrim dan mengerikan ini dilakukan dengan memotong jari.

Bagi Suku Dani, potong jari memiliki makna yang mendalam yakni sebagai bentuk kebersatuan, kerukunan, dan kekuatan dalam diri manusia atau sebuah keluarga.

Dalam implementasinya, jika terdapat satu anggota keluarga yang meinggal, maka akan dipotong sebanyak satu jari.

Baca Juga: Dijuluki Titisan Tanah Surga! Sungai Terjernih di Indonesia Ada di Pelosok Raja Ampat, Papua

Kaum wanita menjadi bagian besar yang melakukan tradisi ini.

Tidak Hanya Wanita, beberapa pria yang juga melakukan tradisi ini menunjukan rasa kesedihan yang mendalam.

Sementara pria yang tidak biasa melakukan potong jari akan memotong telinga mereka.

Baca Juga: Lewati Medan Ekstrem Pegunungan Purbalingga, Ada Warung Tertinggi di Jawa Tengah: Buka 24 Jam!

Memotong jari dipilih lataran dianggap sebagai simbol kekuatan, persatuan, dan harmoni bagi Suku Dani.

Di Suku Dani terdapat kalimat yang mengatakan “Wene opakima dapulik welaikerek mekehasik”.

Kalimat itu memiliki makna yang dalam yakni lambang hidup bersama satu keluarga, marga, rumah, suku, nenek moyang, bahasa, sejarah, dan satu asal.

Baca Juga: Serpihan Surga Maros Resmi Diakui UNESCO, Pegunungan Karst Terbesar di Dunia Ada di Sulawesi Selatan

Sebelum pemotongan jari dilakukan, jari dililit dengan benang, setelah itu akan dibacakan mantra. Jari mereka diikat hingga jari benar-benar mati rasa.

Kemudian, baru dipotong agar dapat mengurangi darah yang akan keluar.

Terdapat dua cara dalam proses pemotongan jari yang pertama ialah para Wanita yang menggigit jari mereka hingga putus atau dapat menggunakan pisau atau kapak.

Setelah selesai, luka akan diikat dengan daun dan mengalami proses penyembuhan natural yang akan sembuh dalam waktu sebulan.

Suku Dani akan memotong dua jari jika yang meninggal adalah orang tua mereka. Lalu, memotong satu jari jika yang meninggal adalah sanak saudara.

Tradisi yang terbilang ekstrim dan mengerikan ini atau Iki Palek sudah mulai dikurangi oleh Suku Dani.

Pemerintah Papua juga sudah melarang tradisi potong telinga dan potong jari, tetapi masih ada beberapa Suku Dani yang melakukan tradisi tersebut.

Iki Palek, kini mulai mengilang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan agama.

Terakhir, masih ditemui beberapa anggota Suku Dani yakni orang-orang tua yang telah kehilanngan jari-jarinya karena telah melakukan tradisi Iki Palek. *** (Ummi Hasanah)

Rekomendasi