Pabriknya di Rembang Ditetapkan Jadi Objek Vital Nasional, PT Semen Indonesia Tbk Catatkan Penurunan Utang

inNalar.com – Pabrik semen milik PT Semen Indonesia Tbk atau SMGR ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Penetapan pabrik semen PT Semen Indonesia Tbk sebagai Objek Vital Nasional tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kemenperin RI Nomor 4783 tahun 2023.

Penetapan ini merupakan langkah strategis guna mendukung kelancaran kegiatan produksi.

Baca Juga: Bertahun-Tahun Molor, Pembangunan Bandara Terbesar Rp2,6 Triliun di Jawa Barat Ternyata Digagas Sejak Era Megawati

Pabrik semen di Rembang tersebut ditetapkan sebagai Obvitnasi karena dinilai telah berkontribusi positif dalam kebutuhan penting bagi kesejah teraan rakyat.

Selain itu juga berperan dalam meningkatkan atau menghasilkan nilai tambah sumber daya alam strategis.

Perseroan juga menjadi motor penggerak program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Baca Juga: Berdiri Sejak 2014, Museum di Jember Ini Jadi Gudangnya Ilmu Tembakau dan Terapkan Berbagai Inovasi

Dilansir inNalar.com dari antaranews.com, hingga kini PT Semen Indonesia Tbk menjadi kontributor pajak dan retribusi tertinggi di Rembang.

Sementara itu, untuk pemberdayaan masyarakat sekitar dilakukan melalui berbagai program.

Program tersebut meliputi program Edupark & Pertanian Perkebunan Peternakan Terpadu (P4T), bidang pembangunan infrastruktur di enam desa sekitar perusahaan melalui program Forum Masyarakat Madani.

Baca Juga: Layani Kebutuhan Air Bersih di 5 Kabupaten-Kota di Jawa Timur, SPAM Senilai Rp2,58 Triliun di Pasuruan Ini Miliki Segudang Manfaat

Sejak tahun 2020, pabrik ini telah membina dan membantu 371 UMKM naik kelas dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.527 orang.

Pabriknya tercatat sebagai salah satu Objek Vital Nasional, diketahui jumlah utang PT Semen Indonesia Tbk alami penurunan.

Bersumber dari laporan keuangan resminya di IDX, jumlah utang jangka pendek perseoran sebesar Rp15 triliun pada triwulan III 2023.

Baca Juga: Total Anggarannya Rp43,5 Miliar, Islamic Center di Batang Ini Masih Butuh Tambahan Dana Rp30 M Guna Penyelesaian, Progresnya…

Sementara itu, jumlah utang jangka panjangnya mencapai Rp19,4 triliun.

Secara keseluruhan, besaran utang yang ditanggung oleh perseroan ini mencapai Rp34,4 triliun.

Angka tersebut berada di bawah jumlah utang perusahaan tahun lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp35,7 triliun. ***

 

Rekomendasi