

inNalar.com – Banyak pabrik besar telah didirikan di provinsi Kalimantan Selatan.
Di balik banyaknya pabrik yang besar di Kalimantan Selatan, ternyata ada satu perusahaan yang sedang berjuang.
Pabrik ini merupakan salah satu pabrik karet terbesar di Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Peras APBN Rp34 Miliar, Pembangun Gedung di Kalimantan Selatan Dibatalkan, Ternyata Alasannya….
Bahkan ada informasi pabrik karet ini akan berhenti beroperasi dan memecat lebih dari 400 karyawannya.
Kabar tersebut dibenarkan oleh direktur sumber daya manusia pabrik karet yang didirikan 32 tahun lalu itu.
Alasan pabrik ini berhenti beroperasi karena kurangnya pasokan dari produsen karet.
Sebelumnya pasokan ini tidak pernah terputus, namun pada tahun 2023 pabrik mengaku akan menghadapi kesulitan.
Selain itu, harga karet dunia juga mengalami penurunan sehingga pabrik juga menerima karet dari petani dengan harga lebih murah.
Penyebab lainnya adalah kurangnya minat pemerintah terhadap perkebunan karet di Kalimantan Selatan.
Sebagai informasi, Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia penghasil karet terbesar, seperti dilansir dari banjarmasin.karantina.pertanian.go.id.
Karet sendiri tidak hanya digunakan di dalam negeri saja namun juga diekspor ke banyak negara.
Jika tingkat ekspor menurun, pabrik akan mengalami kerugian yang signifikan dan pendapatan yang minim.
Banyaknya pabrik karet baru yang didirikan di Kalimantan Selatan mengancam keberlangsungan usaha ini.
Nama lama pabrik ini adalah PT Agung Batu Mulia yang didirikan pada tahun 1991.
Kemudian nama PT Agung Batu Mulia diubah menjadi PT Balimas yang berlokasi di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
PT Balimas sendiri merupakan perusahaan induk yang terdiri dari tujuh perusahaan yang didirikan di beberapa daerah.
Namun saat ini hanya tersisa PT Balimas Banjarmasin, enam perusahaan yang lain telah tutup.
Terkait 400 karyawan yang dipecat, Direktur Sumber Daya Manusia PT Balimas mengungkapkan, pimpinan perusahaan akan menyelesaikan permasalahan tersebut.
Putusnya hubungan kerja di PT Balimas terjadi secara bertahap dan ada pula yang masih dalam proses kembali bekerja.
HRD PT Balimas juga mengungkapkan, saat ini belum ada investor lain yang memburu pabrik karet di Kalimantan Selatan.
Padahal, karyawan PT Balimas justru berharap pabriknya tetap bisa beroperasi.
Pasalnya dari pabrik inilah mereka bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya.***