

inNalar.com – Otto Toto Sugiri, seorang miliarder, merupakan salah satu pengusaha teknologi pionir di Indonesia.
Kini, Otto Toto Sugiri berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui perusahaannya yang terkemuka dalam bidang pusat data, yaitu DCI.
Otto Toto Sugiri adalah pendiri dan presiden direktur DCI, yang saat ini masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Baca Juga: Fakta Kencan Lee Junho 2PM dengan YoonA SNSD Terkuak, Begini Tanggapan dari Pihak Manajemen
Dia dikenal dengan ciri khasnya berupa kemeja hitam dan rambut abu-abu panjang.
Keberhasilannya mencuat di antara para pengusaha teknologi lainnya di Indonesia. Meskipun saat itu belum banyak wirausahawan di bidang ini.
Pria berusia 68 tahun itu memulai kariernya dengan belajar memprogram.
Otto Toto Sugiri menjadi salah satu pengusaha teknologi terdepan di Indonesia, dan membuka jalan bagi banyak orang lain untuk mengikuti jejaknya.
Otto Toto Sugiri menempati peringkat ke-23 sebagai salah satu individu terkaya di Indonesia, serta peringkat ke-1.622 di skala global.
Pada tahun 2021, Otto Toto Sugiri mencatatkan diri sebagai pendatang baru dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia menurut Forbes.
Baca Juga: Lee Junho 2PM dan YoonA SNSD Cinlok dalam Drama ‘King the Land’
Dalam daftar tersebut, ia menempati peringkat ke-19 berdasarkan peringkat yang dirilis oleh Forbes.
Total kekayaannya mencapai US$ 1,9 miliar atau setara dengan Rp 28,5 triliun.
Selain DCI ternyata Sigma Cipta Caraka dan BaliCamp adalah perusahaan miliki Otto Toto Sugiri.
Sigma merupakan salah satu perusahaan perangkat lunak pionir di Indonesia yang berhasil mencapai penjualan tertinggi, mengungguli penyedia perangkat lunak impor.
Sedangkan BaliCamp adalah perusahaan yang berperan sebagai pengembang pengecekan ejaan Bahasa Indonesia untuk Microsoft.
Namun, sayangnya BaliCamp terpaksa menghentikan operasinya akibat dampak peristiwa bom di Bali pada tahun 2002.***(Muhammad Tri Putra Agustino)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi