

inNalar.com – Dapat disaksikan secara langsung, asteroid pertama yang dimiliki oleh NASA diketahui akan mendarat di bumi.
Pendaratan asteroid pertama milik NASA di bumi ini akan terjadi pada Minggu, 24 September 2023 di pagi hari.
OSIRIS-REx, pesawat ruang angkasa ini diketahui akan merilis kapsul yang berisikan sampel asteroid apabila berjalan dengan lancar.
Baca Juga: Matahari Baru Berhasil Tertangkap Teleskop Ilmuwan, Begini Penampakannya: Cahayanya Lebih…
Sampel asteroid yang akan dirilis oleh OSIRIS-REx dan akan mendarat di bumi tersebut dikenal sebagai sampel asteroid Bennu.
Proses pendaratan asteroid Bennu ini dapat disaksikan secara langsung melalui beberapa platform, salah satunya adalah akun Youtube milik NASA.
Pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx sendiri telah mencapai target sejak tahun 2018 dan melakukan penyelidikan selama 22 bulan.
Asteroid Bennu yang menjadi target dari OSIRIS-REx diketahui merupakan jenis asteroid yang berbahaya.
Asteroid Bennu yang merupakan asteroid pertama milik NASA yang akan mendarat di bumi memiliki lebar 500 meter.
Beberapa tahun kemudian, tepat pada Oktober 2020, pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx berhasil mengambil tumpukan tanah dan kerikil hingga 250 gram.
Baca Juga: New Honda ADV 350 Tambah Bongsor, Skuter Maxi Adventure Edisi Roadsync Honda 2023 Resmi Diluncurkan!
Dengan tidak diketahuinya jumlah pasti untuk sampel asteroid, maka dibukalah kapsul yang akan dirilis pada 24 September 2023.
Asteroid sendiri merupakan sebuah pembatas antara planet dalam dan planet luar dimana memiliki unsur makhluk hidup.
Kandungan yang ditemukan dalam asteroid menunjukkan adanya asal mula kehidupan makhluk hidup di bumi.
Baca Juga: Ada Laut Baru, NASA Temukan Tanda-tanda Kehidupan di Bulan Jupiter, Apakah Alien Juga Terdeteksi?
Ditemukan uracil pada debu asteroid dimana uracil merupakan salah satu dari nukleobas yang menyusun RNA.
RNA sendiri adalah bagian dari sel tubuh yang salah satu fungsinya adalah menyimpan informasi genetik.
Tidak hanya itu, ditemukan pula kandungan niacin dalam debu asteroid yang merupakan salah satu bentuk dari Vitamin B3.
Penemuan-penemuan tersebut memunculkan dugaan mengenai debu asteroid yang menjadi penyusun kehidupan di bumi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi