Nyaris Rampung, Proyek Tol Kapal-Betung Senilai Rp22 T di Sumsel Malah Melempem, Terancam Mangkrak karena…

inNalar.com – Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung atau Kapal-Betung merupakan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang membentang dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Lampung.

Jalan Tol Kapal-Betung nantinya terhubung dengan beberapa kawasan produktif.

Seperti pelabuhan, bandara, pariwisata, dan lainnya sehingga efektif untuk  mengurangi biaya logistik.

Baca Juga: Investasinya 1,8 Miliar USD, Pembangkit Listrik di Sumatera Selatan Ini Libatkan Perusahaan Asal China

Kehadirannya juga mendukung untuk meningkatkan daya saing produk di dalam negeri.

Melansir dari laman Kementerian PUPR, Triono Junoasmono selaku Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol mengungkapkan bahwa Jalan Tol Kapal-Betung nantinya termasuk bagian utama dari JTTS.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan konektivitas antara kawasan yang ada di Pulau Sumatera Selatan.

Baca Juga: Ekonomi Sumatera Selatan Makin Maju Akibat Kehadiran Jalan Tol Senilai Rp13,1 Triliun dan Flyover Sepanjang…

Adapun total nilai investasinya disebut mencapai Rp22,17 triliun.

Saat ini sendiri pembangunannya juga sudah mendekati akhir.

Dengan begitu, hanya tinggal sedikit lagi proses konstruksinya akan rampung.

Baca Juga: Panjangnya 1.177 M, Jembatan di Sumatera Selatan Ini Sempat Jadi yang Terpanjang se-Asia Tenggara, Coba Tebak!

Sayangnya, beredar kabar bahwa pembangunan proyek tersebut terancam mangkrak.

Kabar tidak mengenakkan tersebut disebabkan karena PT Waskita Sriwijaya Tol mengakui alami kesulitan dalam menyelesaikannya.

Sebenarnya, sebagian dari ruas tol telah selesai. Tepatnya pada Tahap I yakni Kayu Agung-Kramasan dengan panjang 42,5 km.

Akan tetapi, masih ada dua seksi lagi yang perlu diselesaikan agar jalan bebas hambatan ini terbangun.

Apabila pembangunan proyek Jalan Tol Kapal-Betung selesai, maka nantinya perjalanan dari Kayu Agung menuju Betung dapat terpangkas cukup banyak.

Jika sebelumnya memakan waktu 3-4 jam lamanya, maka hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 1,5 jam saja.

Walaupun mengalami kesulitan dalam menyelesaikan proyeknya, saat ini pemerintah juga telah menugaskan PT Hutama Karya untuk membantu PT Waskita Sriwijaya Tol.

Akan tetapi, PT Hutama Karya tersebut tidak akan mengambil alih maupun membeli saham yang telah diterbitkan sebelumnya oleh PT Waskita.

PT Hutama Karya sendiri telah memperoleh tambahan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp18,6 triliun untuk anggaran tahun 2024.

Tujuannya adalah menyelesaikan berbagai proyek tol di tanah air termasuk ruas Jalan Tol Kapal-Betung.***

Rekomendasi