

inNalar.com – Kepulauan Riau (Kepri) punya sejarah heroik yang cukup unik, khususnya pulau terluar di Batam ini yang dahulu sempat nyaris tenggelam dan menghilang dari peta negeri kita.
Pulau tak berpenghuni di Batam, Kepulauan Riau ini sempat bikin ketar-ketir Pemerintah RI sebab peranan vital daratan tersebut bagi negara tercinta kita.
Bagaimana tidak, apabila pulau di perbatasan Kepulauan Riau dan Singapura ini sampai tenggelam, maka itu berarti batas negara RI pun bakal berubah.
Jadi, mulanya pulau yang bernama Nipah tersebut luasnya hanya 3 hektare dan statusnya tidak ada penghuninya.
Namun pada tahun 2004, Pemerintah RI mulai geger sebab sisa luas daratannya hanya 90 x 50 meter saat air laut sedang pasang, mengapa?
Usut punya usut, jika kita kilas balik ke masa lalu, tepatnya pada tahun 1997 – 2002, saat itu adalah masa ketika negeri Patung Merlion ini sedang gencar-gencarnya melakukan reklamasi pantai.
Lalu, apa hubungannya dengan Pulau Nipah di Batam, Kepulauan Riau?
Pada kurun waktu tersebut, negeri kita memiliki catatan ekspor pasir laut dengan rata-rata pasokannya sebesar 53 juta ton setiap tahunnya.
Alhasil, kebijakan ekspor pasir laut yang terus menerus dikeruk untuk dikirim ke negeri lain, salah satunya yang terbesar ke Singapura menyebabkan dua pulau RI nyaris lenyap.
Pulau Nipah dan Pulau Sebatik adalah daratan RI yang menjadi saksi nyata meluasnya Singapura, tetapi mengecilnya negeri kita.
Kejadian menyusutnya pulau di perbatasan RI – Singapura ini tak dielak pula oleh para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Berdasarkan penelusuran inNalar.com melalui laman Kementerian ESDM, akhirnya Pemerintah Indonesia menerbitkan aturan larangan eskpor pasir pada tahun 2007.
Lantas, bagaimana nasib Pulau Nipah yang terlanjur hampir tenggelam di peta?
Pemerintah RI melalui Kementerian Pekerjaan Umum akhirnya menggelontorkan Rp80 miliar untuk mereklamasi daratan tersebut pada tahun 2004 sampai dengan 2008.
Usai reklamasi, luas wilayahnya kini kurang lebih menjadi 51,5 hektare dan kini kondisinya tidak lagi gersang seperti dahulu.
Daratan ini ditumbuhi pepohonan lebat dan difokuskan menjadi lahan konservasi pemerintah.
Demikian catatan kelam ekspor pasir laut sekaligus kisah heroik upaya Pemerintah RI selamatkan pulau guna menghindari terjadinya perubahan batas wilayah antara Indonesia dan Singapura.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi