Nyaris Bangkrut, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Siap Ekspansi Bisnis ke IKN Nusantara

inNalar.com – PT Krakatau Steel Tbk atau KRAS berhasil selamat dari ancaman kebangkrutan.

Hal tersebut terjadi setelah Menteri BUMN Erick Thohir melakukan upaya penyelamatan.

PT Krakatau Steel Tbk hampir mengalami kebangkrutan karena memiliki utang yang menggunung.

Baca Juga: Bersama BRI Peduli, Kelompok Maratua Kolaborasi Lestarikan Terumbu Karang

Salah satu upaya yang dilakukan terhadap KRAS adalah dengan restrukturisasi utang.

Sejak restrukturisasi dimulai, PT Krakatau Steel Tbk telah membayar utang sebesar Rp10,9 triliun.

Secara keseluruhan, utang pokok perusahaan ini sebesar Rp33,6 triliun.

Baca Juga: Laba Bersih Capai Rp557 Miliar, PT Sumber Global Energy (SGER) Bentuk Emiten Baru di Singapura Demi Ekspansi Pasar Mineral di Asia Tenggara, Namanya..

Hingga kini, Porsi hutang Perseroan kini sudah mulai turun signifikan, meski masih berada di angka yang cukup besar.

Selamat dari kebangkrutan, diketahui PT Krakatau Steel Tbk siap melakukan ekspansi ke Ibu Kota Negara Nusantara.

Pada tahun 2024 ini anak usaha KRAS PT Krakatau Sarana Properti yang merupakan salah satu unit bisnis dari BUMN.

Baca Juga: Saatnya Akhiri Stigma ‘Gila’, Kesehatan Mental Sering Dialami Remaja, Ayo Pahami Gejala dan Penyebabnya!

Rencana bisnis yang diincar ke Ibu Kota Negara Nusantara ini adalah logistik.

Saat ini, pihak PT Krakatau Sarana Properti telah menunjuk salah satu perguruan tinggi sebagai konsultan peluang bisnis di IKN Nusantara.

Rencananya, kajian itu menjadi dasar PT Krakatau Sarana Properti untuk melakukan investasi di area IKN.

Baca Juga: Peras Dana Rp948 Miliar, SPAM di Binjai Ini Mampu Layani Kebutuhan Air Minum 440.000 Jiwa

Ekspansi bisnis ke IKN ini merupakan upaya dari perseroan untuk mendapatkan pemasukan dari sektor bisnis baru 2024.

Dilansir inNalar.com dari krakatauproperti.com, perusahan ini merupakan salah satu bagian dari subholding PT Krakatau Sarana Infrastruktur.

Perusahaan ini resmi berdiri pada Juli 2021 dan menandatangani Perjanjian Kerjasama Operasi (KSO) dengan KSI.***

 

Rekomendasi