Nyala Redup Proyek Jalan Tol Jakarta Rp7,2 T: Kemacetan Kali Malang yang Melegenda Bisa Berakhir Jika Tembus Bekasi


inNalar.com –
Warga Jakarta dan Bekasi dari antargenerasi tentunya paham dengan kemacetan Kali Malang yang melegenda, apalagi jika bukan jalan tol solusinya.

Solusi yang dinilai ampuh mengakhiri kemacetan Kali Malang, Jakarta Timur ini adalah Proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Meski panjang lintasannya tidak sepanjang tol di Trans Sumatera, yaitu hanya 23,67 kilometer.

Baca Juga: Pemerintah RI Teguh Lirik Proyek Ngadat Jalan Tol Jambi-Riau Rp34,19 Triliun: Potensi Ekonomi Duo Daerah ini Bikin Silau

Namun jangan salah, untuk menyambungkan Jakarta Timur dan Bekasi dengan jalan tol ini butuh penantian selama 27 tahun.

Proyek Jalan Tol Becakayu ini menjadi pincang sejak krisis moneter melanda Indonesia, tepatnya pada tahun 1997.

Namun kabar gembira mulai menyeruak saat rapat koordinasi lanjutan membahas khusus mengenai kelanjutan proyek ini.

Baca Juga: 5 Tahun Pening Gegara Rp23 Triliun, Jambi-Riau Bisa Terhubung Jalan Tol Berkat Dompet Investor Asing: Tembus 21 Desa Ini

Pertemuan yang sempat bikin proyek hibernasi ini kembali nyala, yaitu ketika Deputi I Kantor Staf Presiden Febry Calvin mengonfirmasi kelanjutannya.

Berkat rapat koordinasi yang dipimpin Febry ini, progres proyek ini makin terang-benderang.

“Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan pembangunan Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) dilanjutkan hingga ke wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi,” dikutip inNalar.com dari KSP.

Baca Juga: Belah 23 Desa di Sumatera Utara, Progres Megaproyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran Sempat Mandek di Satu Nagori Ini

Kabar baik ini diiringi dengan tetap ajeknya Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mengalokasikan dana pembebasan lahan untuk Proyek Jalan Tol Bekasi-Jakarta Becakayu ini.

Sinyal baik ini rupanya dipicu juga oleh masifnya perkembangan proyek tol lainnya.

“Apalagi Tol Becakayu Seksi IIB akan tersambung dengan Tol Jakarta-Cikampek” tutur Febry Calvin.

Baca Juga: Dikira Batubara dan Asahan, Justru Daerah di Sumatera Utara Ini yang Paling Banyak Nikmati Jalan Tol Sepanjang 47,5 km

sebagai informasi pula, diketahui LMAN juga turut bergerak memperjuangkan proyek warisan Presiden RI ke-2 Soeharti ini.

Terbukti pada tahun 2016, pihaknya menggelontorkan dana sebesar Rp208 miliar. Bersambung pula alokasi di tahun selanjutnya hingga Rp794 miliar.

Tidak gentar juga, proyek jalan tol penghubung Bekasi-Jakarta Timur ini juga telah disiapkan dana pembebasan lahannya pada dua tahun selanjutnya.

Berdasarkan rekam data dari Kementerian Keuangan, sudah ada alokasi pembebasan lahan sebesar Rp733 miliar di tahun 2018.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 2019 LMAN mengucurkan dana sebesar Rp804 miliar untuk pembebasan lahan.

Sehingga dalam kurun waktu empat tahun saja, simpanan alokasi dana lahan proyek jalan tol penghapus kemacetan Kali Malang ini cukup fantastis.

Lebih tepatnya, sebanyak Rp2,54 triliun alokasi biaya pembebasan lahan demi realisasi tol warisan Soeharto ini.

Perlu diketahui, Jalan Tol Becakayu ini pembangunannya dibagi menjadi tiga trase.

Trase IA telah beroperasi penuh dari Casablanca hingga Cipinang Melayu dengan bentang 3,19 kilometer.

Sementara IB dan IC mulai dari Cipinang Melayu bersambung hingga Jakasampurna via Pangkalan Jati.

Panjang bentangan kedua seksi tersebut panjangnya mencapai 8,26 kilometer dan sudah berhasil beroperasi.

Seksi IIA bermula dari Jakasampurna menuju Duren Jaya dengan bentang lintasan 10,04 kilometer.

Proyek jalan tol penghubung Bekasi dan Jakarta Timur ini sempat redup di titik Duren Jaya.

Namun usai ada kejelasan dari Pemerintah RI dan dipertegas pula dalam daftar PSN terbaru, pembangunan seksi IIB Duren Jaya -Tambun akan diupayakan.

Adapun panjang lintasannya memanjang hingga 6,9 kilometer, sedangkan seksi III Tambun – Telaga Asih masih dalam status perencanaan.

Lebih rincinya, panjang lintasan Jalan Tol Becakayu Seksi III panjangnya 5,5 kilometer.***

Rekomendasi