

InNalar.com – Para gen Z mungkin tidak tahu, jika sebenarnya Indonesia pernah mengalami kekacauan pada era orde baru.
Era ini merupakan waktu dimana Soeharto menjadi pemimpin, yang mana juga pernah terjadinya krisis moneter (krismon) pada tahun 1997-1998.
Pada waktu itu pula juga yang membuat presiden ke-2 RI ini akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimimpin negara.
Saat mempelajari tentang sejarah, sebenarnya krismon di tahun 1998 ini merupakan masa dimana Indonesia mengalami hal yang cukup parah.
Hal ini disebabkan oleh krismon atau krisis keuangan, yang mana merupakan situasi di mana harga aset anjlog, utang tidak dapat dibayar oleh para pebisnis dan konsumen, serta lembaga keuangan yang mengalami kekurangan likuiditas.
Buruknya krisis ini yang terjadi pada negara Indonesia kala tahun 1997-1998 adalah menyebabkan para investor menjual aset mereka karena ketakutan mereka pada anjlognya nilai investasi.
Ditambah lagi waktu itu juga terjadi musim kering berkepanjangan dan jadi yang terparah selama 50 tahun terakhir, hama merjalela, sampai terjadinya kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan
Sebenarnya negara yang pertama kali mengalami krisis ekonomi ini adalah Thailand, yang pada akhirnya jatuh juga ke Indonesia.
Bagaimana tidak disebut krisis ekonomi atau krisis moneter? Saat itu saja nilai tukar rupiah ke dollar Amerika jatuh sangat tinggi.
Nilai kurs ini yang awalnya dari Rp 2.500, ,00 naik mencapai Rp 17.000,00 per dollar Amerika.
Walaupun nilai itu akhirnya turun kembali ke kisaran angka Rp 8.000,00 pada awal Mei 1999.
Berdasarkan buku yang ditulis oleh A. Yogaswara, ditengah krisis ini, presiden ke-2 RI ini justru berkunjung ke Kairo Mesir.
Saat itulah tepatnya di tanggal 4 Mei 1998, kerusuhan di Medan dan Penjarahan disana pecah hingga berlanjut ke daerah lain di Indonesia.
Bagi beberapa pengamat, kepercayaan sang mantan presiden ini bisa muncul mungkin karena ia masih yakin dapat memperoleh dukungan dari pihak militer.
Walau akhirnya tanggal 12 Mei itulah terjadi kematian pada 4 mahasiswa Trisakti yang tengah melakukan demo akibat ditembak oleh para aparat.
Tidak hanya itu, sebab ada pula penjarahan dan pembantaian pada etnis China yang terjadi hampir di setiap wilayah Indonesia.
Setelah Soeharto mempersingkat kunjungannya dan kembali pada 15 Mei, ia justru mengungkapkan akan melakukan reshuffle para kabinetnya menjadi kabinet reformasi.
Tentu tindakan yang akan presiden ke-2 RI ini ambil sangat ditolak oleh warga, sebab apa yang diinginkan masyarakat Indonesia adalah pemerintahan tanpa adanya Soeharto.
Banyak kejadian terjadi, hingga akhirnya bapak presiden ke-2 RI, Soeharto menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 21 Mei 1998 sekitar pukul 09.00 WIB.
Itulah salah satu faktor yang membuat masa orde baru Soeharto yang dijalani selama 32 tahun menjadi presiden RI, berakhir. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi