Nilai Kontraknya Rp1,47 Triliun, Bendungan Mbay di Nagekeo NTT Dibangun Guna Dongkrak Produksi Pangan sampai 250 Persen

inNalar.com – Bendungan dan irigasi merupakan dua hal yang memiliki kesinambungan satu sama lain dalam hal ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu pemerintah guna memenuhi kebutuhan air dan juga mendongkrak produksi pangan di NTT.

Waduk yang berada di salah satu daerah di Indonesia bagian timur ini sudah dibangun sejak tahun 2021 dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 nanti.

Baca Juga: Fantastis! Uang Logam Rp500 dan Rp1000 yang Ditarik BI Malah Dijual Seharga 3 Unit Vario 160 di Tokopedia, Benarkah?

Proyek yang bermanfaat untuk menyuplai air ke masyarakat ini memiliki luas genangan mencapai 499,55 hektare dan daya tampung sebesar 51,74 juta meter kubir.

Air yang akan ditampung di waduk ini bersumber dari Sungai Aesesa dan akan disalurkan ke lahan pertanian seluas 4.200 hektare plus potensi pengembangan seluas 1.900 hektare.

Dilansir dari Kementerian PUPR, proyek penampungan air ini dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang dan dikerjakan dalam dua tahap.

Baca Juga: Dulu Miskin, Kini Desa Kecil di Gresik Jawa Timur Ini Jadi Kampung Miliarder, Sekolah Full Beasiswa sampai Gaji Warga Rp7 Juta per Bulan

Tahap pertama dari pembangunan Bendungan Mbay di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur ini dilakukan oleh PT Waskita Karya Tbk – Bumi Indah (KSO). Sedangkan, tahap kedua dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya.

Sedangkan manajemen konstruksinya adalah PT Indra Karya – Rancang Semesta – Sabana (KSO).

Waduk yang dibangun di salah satu daerah di Indonesia bangian Timur ini memiliki nilai kontrak Rp1,47 triliun dan dianggap sebagai kunci pembangunan di provinsi dengan koleksi kepulauan yang indah ini.

Baca Juga: Penting Untuk Diterapkan! Ini 5 Tips Menentukan Prioritas Keuangan, Pentingkah Berinvestasi?

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, yang mengatakan jika ketersediaan air merupakan kunci pembangunan karena provinsi satu ini memiliki yang lebih rendah dibandingkan daerah lain.

Setelah pembangunannya selesai, waduk dengan daya tampung 51,74 juta m3 ini akan memiliki fungsi utama sebagai pengairan irigasi sawah para petani.

Dengan begitu, sawah-sawah petani akan tetap mendapatkan air meski jarang hujan. Hal ini nantinya akan mendorong keberhasilan panen yang akhirnya produksi pangan akan meningkat.

Baca Juga: Investasi Rp1.561 Triliun di Sultra, Perusahaan Bahan Baku Baterai Asal China Ini Bakal Buka Pabrik Seluas 11 Ribu Ha di Kawasan Hutan, Amankah?

Tujuan ini juga yang diharapkan oleh Presiden Jokowi saat meninjau progres Bendungan Mbay di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 5 Desember 2023 lalu.

“Yang diharapkan nanti produksi beras di Kabupaten Nagekeo bisa meningkat sampai 250 persen,” tutur Presiden Jokowi.

Waduk di salah satu provinsi di Indonesia bagian timur ini juga diproyeksikan untuk pengembangan serta peningkatan Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan dan Kiri seluas 6.100 hektare.

Baca Juga: Jadi Kebanggaan Jokowi, Megaproyek Pabrik Pupuk Pertama di Indonesia Timur Ini Plirit Dana Investasi Rp30 Triliunan, Lokasinya…

Selain memiliki fungsi untuk mengairi sawah petani, penampungan air ini juga memiliki manfaat untuk menyuplai kebutuhan air baku masyarakat sebesar 205 liter per detik dan mengurangi debit banjir dari Sungai Aesesa sebesar 283,33 meter kubik per detik.

Per 5 Desember 2023, proyek dari Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai tahap breakthrough terowongan pengelak dengan progres konstruksinya mencapai 27%.***

Rekomendasi