Nilai Investasinya Rp45 Triliun, Proyek Smelter Terbesar di Jawa Timur Diramalkan Sanggup Produksi 35 Ton Emas

 

 

inNalar.com – Di beberapa daerah di Jawa Timur ternyata menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.

Kekayaan alam yang tersimpan di Jawa Timur ini salah satunya berupa hasil tambang emas.

Maka dari itu, PT Freeport kini tengah melakukan pembangunan smelter di Jawa Timur.

Baca Juga: Dulunya Lokasi Penambangan, Sungai di Sumatera Selatan Ini Diduga Mengandung Emas, Begini Nasibnya Sekarang

Proyek smelter yang dibangun oleh PT Freeport tersebut terletak di Kabupaten Gresik.

Tepatnya, smelter freeport ini berlokasi di Freeport Smelter, Gresik, Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Smelter PT Freeport ini berada di kawasan kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE).

Lokasi dari proeyk smelter PT Freeport ini sangat strategis yakni hanya 30 menit dari jalan tol.

Baca Juga: Luas Areal 1.303 km2, Tambang Emas Terbesar di Sumatera Utara Ini Mampu Produksi Hingga 8,8 Juta ons

Proyek smelter yang dibangun oleh PT Freeport ini mulai dibangun pada tahun 2021 dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2024 mendatang.

Nantinya, smelter PT Freeport ini menjadi smelter terbesar di Jawa Timur, bahkan di dunia.

Dibangun di lahan seluas 100 hektar, proyek smelter PT Freeport di Gresik ini menghabiskan dana yang fantastis.

Dana investasi yang digelontorkan untuk membangun smelter ini mencapai Rp45 triliun.

Baca Juga: Tak Cuma Freeport, Tambang Emas Juga Ada di Jawa Timur dengan Luas 4,988 Ha, Jumlah Karyawannya Banyak Banget!

Nantinya, smelter ini mampu mengolah 1,7 ton konsentrat tembaga menjadi 600 ribu ton katoda tembaga per tahun.

Pendapatan yang bisa di dapatkan dari hasil smelter tembaha ini dapat mencapai Rp 77 triliun.

Selain itu, smelter ini diramalkan mampu memproduksi rata-rata 35 ton emas per tahun.

Bisa memproduksi rata-rata 35 ton emas per tahun, nilai transaksi yang dihasilkan bisa mencapai Rp30 triliun.

Nantinya, saat smelter ini telah rampung diperkirakan mampu menyerap 40 ribu tenaga kerja.***

 

Rekomendasi