

inNalar.com – MRT North South merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di Indonesia yang dikembangkan di wilayah DKI Jakarta.
Proyek ini merupakan satu diantara sembilan Proyek Strategis Nasional senilai Rp256 triliun yang juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
Sebab, jika proyek MRT North South di wilayah ibu kota tersebut selesai, dampak ekonomi yang didapat akan lebih meluas.
Menambahkan, bahwa proyek sistem transportasi yang efisien dan modern tersebut juga jadi salah satu dari 27 PSN yang dilancarkan di wilayah DKI Jakarta.
Kemudian, sudah disebutkan juga bahwasannya proyek MRT tersebut juga sudah termasuk ke dalam sembilan PSN di Indonesia yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah akibat dampaknya yang luas.
Melansir dari laman resmi kppip.go.id, disebutkan bahwa PSN MRT North South di ibu kota ternyata dikerjakan secara dua fase.
Baca Juga: Berikan Layanan Terbaik, BRI Raih Penghargaan Internasional Best Private Bank for HNWIs Indonesia
Pada fase pertama, nantinya proyek MRT di ibu kota tersebut akan diselesaikan dengan anggaran investasi sebesar Rp16,3 triliun.
Sedangkan, pada fase keduanya sendiri akan diselesaikan dengan dana investasi sebesar Rp22,5 triliun.
Bernilai investasi secara keseluruhan sebesar Rp38,7 triliun, proyek MRT North South bakal dibangun terbentang sejauh 28,3 kilo meter.
Sepanjang 16 kilometernya berada di fase 1, yakni Lebak Bulus hingga ke Bundaran HI, yakng diketahui telah beroperasi sejak tahun 2019 lalu.
Kemudian, fase keduanya terbagi menjadi dua cabang lagi, yakni Fase 2A, dan Fase 2B.
Fase 2A-nya bakal terbentang dari Bundaran HI hingga ke Kota Jakrta dengan sampel sepanjang 6,3 kilometer.
Lalu, untuk Fase 2B-nya sendiri bakal terbentang sejauh 6 kilometer, yakni dari arah Kota hingga ke Ancol Barat.
Uniknya di sepanjang jalur yang dilewati MRT, rencananya akan dilengkapi oleh 10 Depo yang masing-masing berjarak sekitar 0,6 – 1,0 km.
Selanjutnya, mengenai pendanaan dar proyek MRT baru di ibu kota tersebut sebenarnay dari mana ya?, bisa tebak?
Kabarnya, proyek yang dinilai dapat memiliki dampak yang meluas tersebut pembangunannya dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Tidak hanya itu, pembiayaan proyek MRT di ibu kota juga didukung oleh dana yang berasal dari pinjaman Pemerintah Jepang.
Pinjaman dari Pemerintah Jepang tersebut menurut informasinya didapat langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Japan International Cooperation Agency (JICA.
Kemudian, pinjaman yang didapat dihibahkan langsung ke Pemerintah Provinsi DKI Jkarta beserta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Executing agency.
Itulah informasi mengenai proyek MRT North South di ibu kota yang didukung oleh dana pinjaman atau hutang dari pemerintah Jepang.***