Nilai Investasi Rp200 Miliar, Pabrik Alkes Deteksi Dini Kanker di Jakarta Ini Dibangun Perusahaan Farmasi Terbesar se-Asia Tenggara, Siapa?


inNalar.com –
Ada perusahaan farmasi nasional yang telah melaksanakan groundbreaking pembangunan pabrik alat kesehatan (alkes).

Pabrik alkes tersebut dibangun di Jakarta guna menambah akses fasilitas alat pendeteksi dini kanker yang masih sangat terbatas di Indonesia.

Pelaksana proyek ini dieksekusi langsung oleh perusahaan farmasi terbesar se-Asia Tenggara bernama PT Kalbe Farma Tbk (kode saham: KLBF).

Baca Juga: Proyeksi Anggarannya Rp10 Triliun, UEA Tertarik Lakukan Investasi Proyek Kereta Bawah Tanah di Bali

Melalui anak usahanya, yakni PT Global Onkolab Farma, akhirnya proyek pengadaan fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka secara resmi dimulai pada Kamis, 1 Februari 2024.

Peresmian pembangunan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Momen bersejarah tersebut juga dihadiri langsung oleh Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius.

Baca Juga: Kucurkan Dana Rp76,6 Miliar, Tambak Udang Seluas 80 Ha di Karawang Jawa Barat Dimodifikasi

Nilai investasi pembangunan pabrik alkes di Jakarta ini berkisar Rp150 – 200 miliar.

Dengan nominal investasi serupa, perusahaan farmasi ini juga berencana membangun fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka di Surabaya, Jawa Timur.

Diungkap melalui keterangan tertulis PT Kalbe Farma Tbk, Presiden Direktur Vidjongtius mengungkap bahwa proyek ini merupakan wujud dari dua amanat undang-undang.

Baca Juga: Keruk Biaya Rp3 Triliun, Kalimantan Selatan Bakal Punya Bendungan Baru Tapi Masih Terganjal Masalah Lahan, Target Proyeknya…

Pabrik alkes ini perlu direalisasikan sebagaimana amanat UU Nomor 17 Tahun 2023 guna melaksanakan program transformasi kesehatan.

Pembangunan fasilitas produksi alat pendeteksi dini kanker ini juga sebagai eksekusi dari Inpres Nomor 6 Tahun 2016.

Amanat inpres tersebut merupakan bagian dari upaya negeri ini melakukan akselerasi pengembangan industri di bidang farmasi dan alat kesehatan.

Baca Juga: Sempat Jual Aset Rp275 Miliar Untuk Bayar Utang, Begini Strategi PT Nusa Palapa Gemilang Tbk Bisa Raih Pertumbuhan Kinerja

Jadi pabrik radioisotop dan radiofarmaka ini akan melakukan produksi Fluorodeoxyglucose (FGD)

Adanya FGD ini sangat berguna untuk membantu penuhi kebutuhan rumah sakit dalam pemeriksaan Positron Emission Tomography and Computed Tomography Scanning (PET/CT-Scan).

PET/CT-Scan ini adalah alat pencitraan medis tingkat lanjut yang biasanya digunakan untuk memeriksa detail fungsi organ atau sistem dalam tubuh.

Baca Juga: Chanyeol EXO Dikonfirmasi akan Membintangi Drama Korea Terbaru Berjudul ‘The Frog’

Manfaat paling pentingnya adalah diharapkan alat ini dapat memberikan informasi pemeriksaan medis yang lebih detail guna deteksi dini kanker.

Fasilitas produksi FGD ini masih sangat terbatas di Indonesia, sedangkan penyakit kanker menjadi salah satu penyakit peringkat atas di negeri ini.

Sehingga dengan dibangunnya pabrik alkes di Jakarta besutan perusahaan farmasi yang telah dikenal luas ini harapannya beberapa penyakit serius dapat tertangani lebih dini.

Baca Juga: Dibangun Sejak 2019, Museum di Kota Samarinda Ini Disebut Destinasi yang ‘Terlupakan’, Kenapa?

Sebagai informasi tambahan, PT Kalbe Farma baru membukukan pertumbuhan pendapatan perusahaan pada kuartal III tahun 2023.

Pendapatan bersih yang diraih perusahaan farmasi ini mencapai Rp22,5 triliun pada September tahun lalu. ***

 

Rekomendasi