

inNalar.com – Terkenal kaya akan hasil tambangnya, Kalimantan Utara terus berbenah meningkatkan kualitas industrinya dan mengundang investor untuk berinvestasi.
Santer terdengar kabar bahwa terdapat proyek raksasa yang tengah digarap oleh pemerintah pusat di Kalimantan Utara.
Proyek raksasa yang sedang berjalan ini membuka keran investasi. Proyek tersebut adalah Kalimantan Industrial Park Indonesia yang mencakup beberapa proyek tambang.
Bisa dibilang KIPI ini merupakan kawasan industri hijau yang nantinya akan terdiri dari beberapa proyek yang berlokasi di Kalimantan Utara.
Baca Juga: Ludeskan Rp23,76 Miliar, Rusun Termegah di Kalimantan Utara Ini Punya Fasilitas Bak Hotel Berbintang
Tepatnya Kalimantan Industrial Park Indonesia ini dibangun di daerah Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
KIPI juga merupakan salah satu bagian dari proyek strategis nasional yang digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di Indonesia bahkan di dunia.
Lahan yang tersedia untuk membangun proyek raksasa ini adalah mencapai sekitar 13 ribu hektar.
Adapun beberapa proyek yang nantinya termasuk ke dalam bagian KIPI diantaranya pabrik petrokimia, smelter alumina, pabrik besi dan baja, pabrik baterai kendaraan listrik, dan industrial and polycrystalline silicon.
Investasi untuk pembangunan Kalimantan Industrial Park Indonesia ini mencapai Rp2.056 Triliun.
Namun, yang menjadi pertanyaan banyak orang siapa investor kakap yang mampu mendanai proyek raksasa ini?
Ternyata, salah satu investor besar yang mampu membangun KIPI adalah PT Adaro Minerals Indonesia Tbk.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk ini merupakan perusahaan milik Edwin Soeryadjaya yang dipimpin oleh Garibaldi Boy Thohir.
Hal ini diketahui pada saat Presiden Jokowi meninjau perkembangan proyek KIPI yakni proyek smelter aluminium yang dimiliki oleh PT Kalimantan Alumunium Industry.
Sementara itu, PT Kalimantan Aluminum Industry sendiri adalah anak perusahaan grup PT Adaro Minerals Indonesia.
Selain itu, proyek raksasa ini dibangun di atas lahan miliki Boy Thohir dan hal tersebut disampaikan langsung oleh Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia.***