

inNalar.com – Pemerintah merencanakan beberapa proyek strategis nasional seperti bendungan di beberapa daerah Indonesia, termasuk salah satunya di Provinsi NTT.
Pada tahun 2021 lalu, pemerintah memulai proyek pembangunan bendungan baru di NTT yang lokasinya berada di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.
Proyek bendungan yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut tujuannya untuk mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air di NTT.
Baca Juga: Intip 7 Potensi Wisata dan Budaya Provinsi Jawa Timur yang Bisa Mendunia, Punya Fenomena Super Unik!
Namun, siapa sangka jika ternyata proyek besar yang berlokasi di Provinsi NTT tersebut bakal jadi sarangnya kriminalitas dan berbagai konflik lain.
Diketahui pada tahun 2021 lalu, proyek bendungan NTT telah mengakibatkan kericuhan.
Kericuhan yang terjadi akibat proyek tersebut sempat membuat warga desa dan aparat kepolisian bereaksi adu mulut.
Baca Juga: Beroperasi Sejak 1867, Ternyata Stasiun di Semarang Jawa Tengah Ini Didirikan oleh Hindia Belanda!
Tidak hanya sampai di situ saja, kericuhan yang diakibatkan karena anggapan ketidakadilan oleh warga setempat juga mengakibatkan sejumlah warga mengalami penyiksaan di Polres.
Hal tersebut tentu sudah terlewat batas, karena kasus penyiksaan terhadap warga setempat termasuk ke dalam kriminalitas.
Warga Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo awalnya melakukan aksi protes akibat rumah-rumah dan bangunan mereka dibongkar.
Baca Juga: Capai 2 Ribu ha, Kebakaran Gunung Lawu Magetan Lebih Dari 10 Water Bombing Masih Belum Padam
Masyarakat memang sudah lama menolak lokasi dari pembangunan proyek bendungan tersebut.
Namun, akibat Proyek Strategis Nasional yang disebut Bendungan Mbay di NTT tersebut warga setempat pun akhirnya tidak dapat berbuat lebih banyak lagi.
Melansir dari PUPR, disebutkan setelah pembangunannya terhenti pada tahun 2021 akibat konflik tersebut, akhirnya proyeknya berlanjut di 2023 ini.
Malah, kabarnya proyek yang nilai kontraknya sebesar Rp1,47 triliun di NTT tersebut bakal diproyeksikan untuk beroperasi pada tahun 2024 mendatang.
Disebutkan bahwa Proyek Bendungan Mbay di NTT mampu mendukung progam ketahanan pangan masyarakat setempat setelah adu konflik lahan.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu jadi solusi terbaik, agar ketersediaan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT tetap berjalan.
Itulah sedikit informasi mengenai proyek bendungan NTT yang malah jadi gudangnya kriminalitas.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi