Niat Ingin Lejitkan Ekonomi, AS Malah Jadi Ancaman Dunia Gegara Proyek Mahal Senilai USD 6 Miliar Ini

inNalar.com – Proyek Willow, yang merupakan inisiatif pengeboran minyak besar di Alaska, Amerika Serikat yang menjadi sorotan global karena potensi dampaknya yang merugikan terhadap pemanasan global.

Dikelola oleh ConocoPhillips, proyek ini berlokasi di National Petroleum Reserve, Alaska, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi Amerika Serikat.

Namun, di balik klaim manfaat ekonominya, Proyek Willow milik AS ini juga menimbulkan kekhawatiran serius tentang dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkannya.

Baca Juga: Sempat Hiatus Gegara Sengketa Lahan, Bendungan Rp2,7 Triliun Ini Akhirnya Jadi Simbol Kemakmuran NTT

Proyek ini adalah salah satu proyek pengeboran minyak terbesar yang diusulkan di Alaska dalam beberapa dekade terakhir.

Dengan tujuan untuk meningkatkan produksi energi domestik, proyek ini dirancang untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan cadangan minyak yang ada di wilayah tersebut.

Meskipun pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa proyek ini akan meningkatkan ketahanan energi dan menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Rasio Kredit Macet Melandai, Ini 3 Strategi Cantik BRI Jaga dan Tingkatkan Kualitas Aset

Banyak pihak berpendapat bahwa dampak lingkungan dari proyek ini jauh lebih besar daripada manfaat ekonominya.

Proyek ini mencakup rencana untuk mengebor hingga lima sumur minyak, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti pipa, fasilitas pemrosesan, dan jalan akses.

Diperkirakan bahwa pada puncaknya, proyek ini akan menghasilkan sekitar 180.000 barel minyak per hari.

Baca Juga: Gelombang Laut Capai 25 Meter! Selat Mematikan Dekat Amerika Selatan Ini Lahap 800 Kapal hingga 20 Ribu Nyawa

Dengan skala yang besar ini, proyek Willow memiliki potensi untuk menjadi salah satu penghasil minyak utama di Alaska.

Tentu saja untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan biaya yang sangat besar, dengan perkiraan mencapai sekitar USD 6 miliar.

Meskipun investasi awalnya sangat besar, proyeksi pendapatan dari proyek ini bisa mencapai antara USD 8 hingga USD 17 miliar selama masa operasionalnya.

Baca Juga: Tak Hanya Mandalika, Sirkuit Standar Internasional Sedang Dibangun di Jawa Timur, Dananya Habis Rp34 Miliar!

Meskipun demikian publik berpendapat bahwa keuntungan finansial tidak sebanding dengan risiko lingkungan yang ditimbulkan.

Hingga saat ini, progres pembangunan proyek Willow telah memasuki fase perencanaan akhir setelah mendapatkan persetujuan dari Bureau of Land Management (BLM).

Yang tentu saja persetujuan tersebut memicu reaksi beragam dari masyarakat dan aktivis lingkungan yang khawatir akan dampak negatif proyek terhadap ekosistem lokal.

Baca Juga: Berpotensi Bangkrutkan 2 Negara Asean? Ini Megaproyek Maritim Besutan Thailand-China Senilai USD 20 Miliar

Sehingga berbagai kelompok lingkungan telah mengajukan gugatan untuk menghentikan proyek dengan alasan pelanggaran terhadap undang-undang lingkungan yang ada.

Isu-isu yang dihadapi dalam proses hukum ini mencakup dugaan bahwa analisis dampak lingkungan tidak memadai dan tidak mempertimbangkan sepenuhnya risiko yang mungkin terjadi.

Karena salah satu kekhawatiran utama terkait proyek ini adalah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama masa operasionalnya.

Diperkirakan bahwa proyek ini dapat menghasilkan sekitar 260 juta metrik ton CO2, setara dengan emisi dari jutaan kendaraan tambahan di jalan raya.

Emisi ini akan berkontribusi pada perubahan iklim dan memperparah pemanasan global yang sudah menjadi masalah mendesak.

Dampak terhadap ekosistem lokal juga menjadi perhatian serius. Proyek Willow berpotensi merusak habitat hewan liar.

Termasuk spesies terancam yang perlu untuk dilestarikan seperti beruang kutub dan caribou.

Selain itu, masyarakat adat di Alaska yang bergantung pada sumber daya alam untuk kehidupan mereka juga dapat terkena dampak negatif.

Karena perubahan lingkungan yang disebabkan oleh adanya pengeboran minyak di kawasan tersebut.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]