

inNalar.com – Polrestabes Surabaya telah berhasil menangkap seorang pengemis bernama Anton Budijanto (50) yang telah viral di sosial media akibat meminta uang secara paksa.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @najib.spbu, pengemis tersebut meminta uang Rp5 ribu kepada pengemudi mobil dengan paksa.
Ia beralasan uang ini ingin dibelikan nasi karena sudah sangat lapar. Sang pengemudi mobil pun mengaku hanya memiliki uang Rp2.000 saja.
Baca Juga: Gen Y Paling Banyak! Jumlah PNS dan PPPK Tahun 2023 Ternyata Tembus 4,2 Juta, Total Wanitanya Ada…
Akibat keinginannya tidak dipenuhi, si pengemis pun langsung pergi.
Pengemudi ini juga mengunggah video pengemis ini saat ngamuk dan memaksa minta uang ke pengemudi lainnya dengan nilai sama.
Tidak hanya memaksa, pengemis ini bahkan tidak segan mengeluarkan kata-kata kotor akibat pengemudi lain tersebut tidak mau memberikannya uang.
Baca Juga: Gencatan Senjata Diperpanjang! Begini Kesepakatan Hamas dan Israel Soal Pelepasan Sandera
Melansir dari akun TikTok resmi milik Satpol PP Kota Surabaya, menjelaskan bahwa pengemis viral di sosial media tersebut telah berhasil ditangkap.
Pengemis viral di Surabaya ini memang cukup meresahkan warga.
Menurut penjelasan Satpol PP Kota Surabaya, Anton Budijanto sebelumnya juga sudah pernah diamankan pada 20 Oktober 2023.
Ia juga telah diberikan pembinaan lebih lanjut akan tetapi mengulanginya lagi.
Satpol PP sendiri bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya untuk menangkap dan mengamankan pengemis ini agar tidak meresahkan warga.
Pihaknya juga akan menggali data, motif, serta memberikan pendampingan ulang kepada Anton Budijanto. Agar nantinya tidak mengulangi perbuatannya kembali.
Menurut keterangan, Anton Budijanto sehari-hari meminta-minta ke para pengguna jalan untuk memenuhi kebutuhannya.
Pria ini dalam seharinya mampu meraup uang hingga Rp100 ribu.
Aksi meminta-minta secara paksa ini ia lakukan kepada orang lain agar cepat mendapatkan uang.
Ia sendiri memiliki sifat yang temperamen atau mudah emosi.
Saat ini sendiri Anton Budijanto telah dibawa menuju Liponsos untuk mendapatkan pembinaan.
Rencananya, pembinaan tersebut dilakukan selama satu Minggu sehingga diharapkan pelaku tidak melakukan aksinya kembali di jalanan.***