Naskah Khutbah Jumat Terbaru Edisi 27 Januari 2023: Jangan Tertipu dengan Pelaku Maksiat yang Diberi Nikmat

inNalar.com – Pada naskah khutbah Jumat terbaru edisi 27 Januari 2023 ini akan membawakan tema mengenai jangan tertipu dengan pelaku maksiat yang diberi nikmat.

Naskah khutbah Jumat terbaru edisi 27 Januari 2023 bisa di bawakan ketika sholat Jumat maupun kultum di manapun.

Teks khutbah Jumat terbaru ini sangat mudah di pahami oleh para jamaah karena bahasanya yang jelas.

Jika berbicara mengenai nikmat, Allah SWT telah memberikan begitu banyak nikmat yang sangat luar biasa kepada umat-Nya.

Pembahasan dalam khutbah kali ini berkaitan dengan istidraj, himbauan untuk kita semua agar jangan sampai terlena.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat Terbaru dengan Tema Karakter Dunia, Tempat yang Penuh Cobaan dan Rintangan

Terkadang kita dibuat heran, dengan orang yang masih berbuat maksiat, namun tetap mendapatkan nikmat?

Untuk mendapatkan jawabannya, silahkan simak naskah khutbah Jumat yang ada di artikel ini.

Berikut selengkapnya teks khutbah Jumat terbaru dengan tema pelaku maksiat yang diberi nikmat, dilansir dari laman Tebuireng.com.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا, نحده سُبحَانَهُ وَتَعَالَى ٱلَّذِی لَمۡ یَتَّخِذۡ وَلَدࣰا وَلَمۡ یَكُن لَّهُۥ شَرِیكࣱ فِی ٱلۡمُلۡكِ وَلَمۡ یَكُن لَّهُۥ وَلِیࣱّ مِّنَ ٱلذُّلِّ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

یُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَـٰلَكُمۡ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن یُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِیمًا

وَٱتَّقُوا۟ یَوۡمࣰا تُرۡجَعُونَ فِیهِ إِلَى ٱللَّهِۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفۡسࣲ مَّا كَسَبَتۡ وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Terbaru 2023 yang Menggetarkan Jiwa tentang Jangan Sombong, Cocok untuk Refleksi Diri

Hadirin Jum’at Rahimakumullah

Dalam kesempatan yang sangat baik ini, mari bersama-sama kita bertekad untuk meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah SWT.

Takwa yang sebenar-benar takwa, yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan Allah dan Rasulnya dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Melalui takwa Allah akan memberikan jalan keluar setiap kesulitan yang kita hadapi, sekaligus akan memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Setiap kebaikan atau keburukan yang kita perbuat semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Terbaru Edisi 20 Januari 2023, Tema: Mendambakan Anak yang Qurrota A’yun

Allah yang akan membalasnya, baik secara langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa melakukan refleksi diri, ketika kita ingin melakukan apa pun, baik kebaikan atau keburukan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra’ ayat: 6:

إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡۖ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَاۚ

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.

Dalam surah yang lain, yakni surah Al-An’am ayat: 160:

مَن جَاۤءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَاۤءَ بِٱلسَّیِّئَةِ فَلَا یُجۡزَىٰۤ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ

Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat Terbaru Edisi 20 Januari 2023, Tema: Tiga Tiket Masuk Surga

Manusia adalah makhluk Allah yang memiliki potensi untuk berbuat baik maupun jahat. Berbuat ketaatan ataupun durhaka.

Setiap orang pasti pernah berbuat dosa, kecuali orang-orang yang dijaga dari dosa oleh Allah.

Pernahkah kita membayangkan apa yang terjadi jika setiap kali manusia berbuat dosa, kemudian Allah langsung menghukumnya dengan siksanya?

Maka bila Allah melakukan hal demikian itu, niscaya bumi ini akan kosong, tidak tersisa satu manusia pun di atasnya.

Akan tetapi Allah Maha Bijaksana, dana Maha Penyayang kepada hamba-hambanya, Dia tidak melakukan hal itu.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Edisi Januari 2023 tentang Memperjelas Tujuan Hidup, Cocok untuk Bahan Refleksi Diri

Bahkan Allah memberikan penangguhan dan penundaan kepada manusia yang telah melakukan perbuatan dosa atau melanggar larangan-larangan Allah.

Dengan harapan manusia-manusia tersebut memiliki kesempatan bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.

Allah berfirman:

وَلَوۡ یُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِمَا كَسَبُوا۟ مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهۡرِهَا مِن دَاۤبَّةࣲ وَلَـٰكِن یُؤَخِّرُهُمۡ إِلَىٰۤ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّىۖ فَإِذَا جَاۤءَ أَجَلُهُمۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِۦ بَصِیرَۢا

Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (Surat Fathir: 45)

Walaupun demikian luasnya Maha Bijaksana Allah, namun masih banyak segolongan manusia yang melakukan dosa tidak merasa berdosa dengan perbuatannya.

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat 2023 Singkat dan Jelas, Tema: Menata Spiritualitas untuk Raih Kesuksesan Dunia Akhirat

Karena ia tidak langsung tidak mendapatkan hukuman dari dosa tersebut, bahkan ia merasa bebas dan merdeka berbuat apa pun.

Dengan asumsi tidak ada yang menghukumnya, kemudia ia semakin tenggelam pada kubangan dosanya.

Di sisi lain sebagian kalangan yang minim ilmu dan Iman, saat melihat para pendosa yang belum disiksa mereka juga tertipu.

 Mereka melihat para pelaku dosa seakan-akan diberi kemudahan dan kenikmatan dalam menjalani kehidupan, padahal mereka banyak melakukan dosa dan maksiat. Akhirnya hal ini yang dapat memengaruhi orang-orang yang lemah Iman.

Memang tabiat sebuah keburukan itu mudah untuk menyebar dan menyerap, tanpa harus digembor-gemborkan.

Berbeda dengan kebaikan-kebaikan yang harus selalu dikampanyekan agar dapat sampai di hati para manusia.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat Terbaru Edisi 20 Januari 2023, Tema: Ada Dua Hikmah Ujian dari Allah

Maka kita diingatkan oleh Allah SWT dalam Surah Ibrahim: 42:

وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَـٰفِلًا عَمَّا یَعۡمَلُ ٱلظَّـٰلِمُونَۚ إِنَّمَا یُؤَخِّرُهُمۡ لِیَوۡمࣲ تَشۡخَصُ فِیهِ ٱلۡأَبۡصَـٰرُ

Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (Surat Ibrahim: 42)

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Mudah-mudahan khutbah singkat ini dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap istiqamah dalam melakukan kebaikan, dan selalu berusaha untuk selalu menjauhi keburukan-keburukan.

Karena semua yang kita perbuat akan mendapat balasan dari Allah SWT.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Singkat dan Menyentuh Hati Edisi 20 Januari 2023: Memanfaatkan Umur untuk Beribadah

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Itu tadi khutbah Jumat edisi 27 Januari 2023 tentang jangan tertipu dengan pelaku maksiat yang diberi nikmat.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]