

inNalar.com – Berikut ini adalah naskah khutbah Jumat terbaru edisi tanggal 20 Januari 2023.
Pada naskah khutbah Jumat terbaru edisi 20 Januari 2023 ini akan mengangkat tema mendambakan anak yang Qurrota A’yun
Sehingga teks khutbah Jumat edisi 20 Januari 2023 tentang mendambakan anak yang Qurrota A’yun ini sangat berguna jika di bawakan saat sholat Jumat.
Anda dapat membawakan teks khutbah Jumat tentang mendambakan anak yang Qurrota A’yun pada momen sholat Jumat maupun dalam kegiatan lainnya.
Dengan menyimak khutbah Jumat terbaru edisi 20 Januari 2023 ini, Anda akan memperoleh pemahaman baru tentang kriteria anak yang Qurrota A’yun.
Melalui teks khutbah Jumat ini, Anda diajak mengingat kembali apa saja kriteria anak yang Qurrota A’yun.
Pemahaman tentang kriteria anak yang Qurrota A’yun ini akan membantu Anda dalam memperkuat ketakwaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Selain juga memahami tentang bagaimana cara mendidik anak agar menjadi anak yang Qurrota A’yun.
Dilansir inNalar.com dari laman Tebuireng Online, inilah penjabaran tentang khutbah Jumat terbaru edisi 20 Januari 2023 tentang mendambakan anak yang Qurrota A’yun.
Naskah Khutbah Jumat
Hadirin sekalian, memiliki anak yang saleh adalah dambaan, kebanggaan, dan harapan setiap manusia.
Hal ini dapat kita lihat lewat doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Zakariya Alaihissalam.
Rabbi habli min ladunka durriyatan thoyyibah, yang artinya: Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah aku dari sisi Engkau seorang anak yang saleh.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini, Kamis 19 Januari 2023 BMKG: Waspada Hujan Petir Sore Hari
Adapula doa dari Nabi Ibrahim yaitu Rabbi habli min as-sholihin, Ya Tuhanku anugrahkanlah kepadaku seorang yang termasuk dari orang saleh.
Akan tetapi, pada kenyataannya, keberadaan anak tidak melulu hadir sebagaimana yang kita harapkan.
Terkadang kehadiran anak akan memberikan kenyamanan. Namun juga bisa sebaliknya, malah mendatangkan berbagai kesulitan.
Padahal kita menyadari bahwa baik dan buruk seorang anak akan berdampak bagi orang tua, baik di dunia maupun di akhirat.
Di dalam Alquran sosok keberadaan anak dapat dikategorisasi dalam beberapa kriteria.
Kriteria pertama, anak saleh yang disebut oleh Alquran dengan Qurrota A’yun atau penenang hati.
Anak yang bertakwa kepada Allah, berbakti pada kedua orang tua, berguna bagi agama dan bangsa itulah yang disebut Qurrota A’yun.
Semua orang tua pasti ingin memiliki anak saleh dengan kriteria seperti yang disebutkan di atas.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 19 Januari 2023 BMKG: Hujan Mulai Siang hingga Malam Hari
Kita sebagai anak juga tetap harus berusaha menjadi anak saleh yang berbakti kepada orang tua.
Semoga pembahasan tentang dua hikmah ujian dari Allah ini menjadi renungan bagi kita semua.
Kriteria yang kedua yaitu anak adalah perhiasan. Anak yang sukses meniti karir di dunia dalam berbagai profesi pasti menjadi kebanggaan orang tua.
Mungkin juga kebanggaan ketika anak menjadi bahan pembicaraan orang lain karena paras cantik atau tampan.
Baca Juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 5 Kelas 2 SD MI Halaman 36 37 38 39 Subtema 1 Pembelajaran 4
Namun, belum tentu anak tersebut mampu membaca Alquran, salat dengan baik, atau kebaikan lain yang serupa.
Allah SWT berfirman dalam Alquran:
ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
“Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan menjadi harapan yang lebih baik”.
Kriteria yang ketiga yaitu anak adalah fitnah. Anak yang hanya merepotkan kedua orang tuanya saja.
Dia hanya makan, tidur, bermain, tidak lihai mencari uang, tidak pandai beribadah dan tidak berakhlak baik.
Terkait dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam Alquran:
وَاعْلَمُوْا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيْمٌ
“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itulah hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar”.
Kategori yang keempat adalah anak sebagai musuh. Hal ini juga diisyaratkan dalam Alquran:
يَا أَيُّهَا اَّلذِيْنَ أَمَنُوْا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu akan menjadi musuh”.
Anak sebagai musuh adalah anak yang menodai orang tua karena tingkah laku dan perbuatannya.
Baca Juga: Persija Jakarta Mendapat Keuntungan Sebelum Hadapi Persis Solo, Tuan Rumah Gembos Duluan Nih
Seperti melakukan judi, minum minuman beralkohol, mengonsumsi narkoba dan lain-lain.
Oleh sebab itu, kecintaan dan kebanggaan kita terhadap anak adalah suatu hal yang manusiawi.
Akan tetapi kita tetap dituntut untuk mendidik, memberikan afeksi dan kasih sayang supaya ia menjadi anak yang saleh agar bisa mendoakan kedua orang tua.
Kita pun patut berkaca pada kekhawatiran salah seorang Rasulullah, yang termaktub dalam Alquran, ma ta’buduna min ba’di apa yang akan kamu sembah setelahku?.
Ini adalah sebuah keprihatinan yang lahir dari kasih sayang dan kecintaan yang benar.
Bukan sebuah kecintaan yang melahirkan kemanjaan dan pendidikan yang salah.
Sebagai perwujudan dari hal tersebut, maka kita berkewajiban mengantarkan mereka untuk mengenal iman dan memiliki masa depan yang baik.
Dengan memberi bimbingan dan tauladan yang baik sebab hal itu merupakan kunci utama untuk mendidik mereka.
Akhlak serta budi pekerti tidak cukup hanya disampaikan saja –walaupun itu penting- tetapi juga harus diteladani.
Memberikan mereka uswah dan memberi kontrol serta contoh yang baik dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian kita dapat menjaga diri kita serta keluarga kita. Menjadikan anak-anak kita sosok anak yang Qurrota A’yun.
Demikianlah teks khutbah Jumat terbaru edisi 20 Januari 2023 tentang mendambakan anak yang Qurrota A’yun semoga dapat menjadi manfaat bagi umat muslim sekalian.***