Naskah Khutbah Jumat Spesial Awal Tahun, 6 Januari 2023: Meneladani Metode Rasul dalam Belajar Mengajar

inNalar.com – Berikut ini naskah khutbah Jumat terbaru spesial awal tahun 6 Januari 2023.

Naskah khutbah Jumat terbaru spesial awal tahun 6 Januari 2023 kali ini akan membahas tentang meneladani metode Rasul dalam belajar mengajar.

Naskah khutbah Jumat spesial awal tahun 6 Januari 2023 kali ini sangat cocok di bawakan pada saat sholat Jumat.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Merek Jam Tangan Wanita dengan Model Minimalis dan Timeless, Buat Penampilanmu Lebih Cantik!

Menurut Hamalik (1992:8) mengajar adalah aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya sehingga menciptakan kesempatan bagi anak untuk melakukan proses belajar secara efisien.

Untuk itu, inNalar.com telah melansir dari laman tebuireng.com mengenai naskah khutbah Jumat tentang meneladani metode Rasul dalam belajar mengajar.

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Baca Juga: Chelsea Disarankan Tidak Membeli Joao Felix di Januari, Paul Merson: Gaya Mainnya Mirip dengan Kai Havertz

Hadirin, Jamaah Jumat Rahimakumullah

Marilah kita senantiasa me-mudawamah-kan ketaatan kita kepada Allah. Semampu-mampu kita untuk melakukannya.

Dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Karena dengan itulah kita semua akan kembali kepada-Nya. Dan kita semua akan mendapatkan fasilitas yang luar biasa dari Allah SWT.

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثً لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka ia akan dibebaskan dari segala masalah dan memberinya rezek dari yang tidak diduga.

Baca Juga: Filipina vs Timnas Indonesia Piala AFF 2022: Skuad Garuda Perlu Adaptasi dengan Rumput Sintetis Rizal Memorial

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Suatu saat Hadraturrasul Muhammad SAW keluar dari kamarnya. Kemudian pegi ke masjid.

Beliau melihat satu kelompok para sahabat yang membaca Al-Quran dan berdoa. Kelompok kedua, para sahabat yang sedang berdiskusi, saling belajar mengajar. Apa komentar Beliau memandang kedua hal itu?.

Dalam kitab Al-Rasul al-Mu’allim, Rasul berkata, “Kullun ‘ala Khair, Ha Ula’i Yaqra’una al-Qur’ana wa Yad’una Allah. Fa In Sya’a A’thahum Allah, wa In Sya’a Mana’ahum. Wa Ha’ula’i Yu’allimuna wa Yata’allamun. Innama Bu’istu Mu’alliman.”

Kemudian beliau duduk bersama kelompok kedua. Memang Rasulullah adalah guru terbaik. Guru tiada tanding. Demikianlah dalam Aqidatul ‘Awam karya Sayid Marzuki, Wal Hamdu Lillah wa Sholla Sallama, ‘ala al-Nabi Khairi man Qad ‘Allama. Beliau memberi sifat Nabi Muhammad dengan sebaik-baik orang yang telah mengajar.

Baca Juga: Karirnya Suram Diasuh Erik ten Hag, Ferdinand Sarankan Maguire Pergi dari Manchester United di Januari Ini

Di antara metode dalam mengajari umat Muslim pada saat itu. Diterangkan dalam sebuah hadis yang bahwa Nabi berkhotbah,

مَا بَالُ أَقْوَامٍ لَا يُفَقِّهُونَ جِيرَانَهُمْ، وَلَا يُعَلِّمُونَهُمْ، وَلَا يَعِظُونَهُمْ، وَلَا يَأْمُرُونَهُمْ، وَلَا يَنْهَوْنَهُمْ. وَمَا بَالُ أَقْوَامٍ لَا يَتَعَلَّمُونَ مِنْ جِيرَانِهِمْ، وَلَا يَتَفَقَّهُونَ، وَلَا يَتَّعِظُونَ. وَاللَّهُ لَيُعَلِّمَنَّ قَوْمٌ جِيرَانَهُمْ، وَيُفَقِّهُونَهُمْ وَيَعِظُونَهُمْ، وَيَأْمُرُونَهُمْ، وَيَنْهَوْنَهُمْ، وَلْيَتَعَلَّمَنَّ قَوْمٌ مِنْ جِيرَانِهِمْ، وَيَتَفَقَّهُونَ، وَيَتَفَطَّنُونَ، أَوْ لَأُعَاجِلَنَّهُمُ الْعُقُوبَةَ في الدُنْيَا

“Bagaimana mungkin ada sekelompok cendikiawan yang tidak mengajari, mendidik, menghormati, mengajak kebaikan, dan melarang keburukan kepada tetangganya. Dan bagaimana bisa ada sekolompok orang yang tidak ingin diajari, dididik. Demi Allah, seharusnya kalian harus mengajar, mendidik, menghormati, mengajak kebaikan, dan melarang keburukan kepada tetangga kalian. Begitu pula kalian harus meminta didikan dan ajaran dari tetangga kalian. Kalau tidak, niscaya kemrosotan dunia (peradaban) akan lebih cepat”.

Baca Juga: Nonton Alchemy of Souls Season 2 Episode 8 Sub Indo Akan Tayang, Preview: Jang Uk Pergi, Bu Yeon dalam Bahaya?

Hadis ini dipahami oleh KH. M. Hasyim Asy’ari sebagai metode agar ada sebuah bi’ah tarbawiyah (ruang belajar mengajar).

Ada lingkungan bahwa pendidikan menjadi ciri khas, di sana orang yang alim mengajari yang belum alim. Sebuah komunitas yang teridiri dari senior mau mengajari yang junior.

Inilah yang diimplementasi oleh Hadratussyeikh sebagai al-Mudzakarah.

Wa Yanbaghi an Yatadzakara al-Thalabah fi Majlis al-Syaikh. “Hendaknya, antar pelajar harus saling mengingatkan pelajaran ketika di majelis gurunya.”

Artinya, kita harus melestarikan saling belajar mengajar di wisma, kamar, masjid, dan sekolah. Dengan cara itulah kita dapat menggapai baldatun wa rabbun ghafur.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Semoga bermanfaat dan dapat dibawakan ketika sholat Jumat.

Baca Juga: Nashkah Khutbah Jumat Terbaru Edisi 6 Januari 2023: Keluarga yang Ideal adalah Pondasi Kekuatan Bangsa

***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]