

inNalar.com – Khutbah Jumat singkat tema Islam dan hak dasar manusia salah satunya terdapat pembahasan hifdzul nasl atau menjaga kelangsungan hidup keturunan, ini akan sangat berkaitan dengan persoalan LGBT dimana merupakan penyuka sesama jenis yang tak akan mungkin memiliki anak hasil perkawinannya.
Tema Islam dan hak dasar manusia menjadi pilihan untuk disampaikan pada khutbah Jumat singkat, padat, dan penuh makna, tidak materi panjang yang terlalu melebar berputar-putar tidak kunjung difahami penjelasannya. Biasanya orang akan jadi mengantuk dan tertidur jika ceramah model seperti itu, maka paling bagus memberi pesan pendek saja.
Tetapi tidak asal-asalan juga menyampaikan khutbah Jumat singkat, sebaiknya bisa menyentuh hati atau sesuai persoalan yang sedang banyak dibahas orang. Seperti baru-baru ini topik cukup tinggi dibicarakan masyarakat soal LGBT atau penyuka sesama jenis, jika begitu maka tema Islam dan hak dasar manusia paling bagus dan cocok.
Atau bisa juga selain tema Islam dan hak dasar manusia, bisa materi-materi kisah Nabi Luth as dimana kaumnya juga merupakan penyuka sesama jenis sama seperti LGBT, atau terkait bahaya gay, dan masih banyak lagi lainnya dapat dibuat khutbah Jumat singkat yang inspiratif dengan tidak ketinggalan mencantumkan dalilnya baik dari Al Quran dan Hadits.
Dikutip inNalar.com dari laman NU pada Jumat, 20 Mei 2022 tidak perlu materi panjang tetapi kurang diambil hikmahnya, yang penting khutbah Jumat singkat saja dan tema Islam dan hak dasar manusia, itu cukup menjawab maraknya LGBT di dunia termasuk Indonesia.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ.
أَشْهَدُ أَنْ لآإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.
Di awal khutbah ini, mari kita tingkatkan ketakwaan terhadap Allah dengan sebenar-benarnya, dengan berupaya secara optimal menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.
Di antara wujud nyata peningkatan ketakwaan terhadap Allah adalah pemenuhan atas hak-hak dasar manusia dalam Islam. Al-Quran dalam Surat Al-Isra ayat 70 telah menegaskan kehormatan manusia yang harus dilindungi.
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Artinya, “Sungguh telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Surat Al-Isra’ ayat 70).
Ayat ini kemudian diturunkan menjadi lima hak dasar yang dijamin oleh Islam (ad-dharuriyyatul khams), yaitu hifzhun nafs (jaminan keselamatan jiwa), hifzhul aql (kebebasan berpendapat), hifzhud din (jaminan keberlangsungan agama), hifzhul mal (hak atas kepemilikan), dan hifzhul irdh (jaminan atas nama baik dan kehormatan nonmaterial).
Muhammad At-Thahir bin Asyur (1892-1973 M/1310-1393 H) dari mazhab Maliki menaruh perhatian terkait prinsip hifzhun nafs/hifzhun nufus dalam bidang kesehatan. Bin Asyur menunjuk manifestasi prinsip hifzhun nafs/hifzhun nufus pada dimensi preventif kesehatan sebagai upaya penyelamatan jiwa manusia.
Bin Asyur tidak menafikan dimensi represif-kuratif pada bidang hukum. Tetapi ia mengingatkan bahwa pendekatan pengendalian sosial melalui represif-kuratif berada pada level terakhir dari konsep hifzhun nafs/hifzhun nufus itu sendiri.
Menurut Bin Asyur, jaminan atas keselamatan jiwa dalam konsep hifzhun nafs juga harus mencakup upaya pencegahan atas penyebaran virus mematikan yang mengancam nyawa manusia dan upaya penanggulangannya.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.
Pandangan ini diperkuat dengan gagasan Nuruddin Mukhtar Al-Khadimi (1963 M-…) yang memakai pendekatan sosiologis Ibnu Khaldun (1332-1406 M) agar warga negara saling membantu untuk memenuhi hajat mereka termasuk dalam bidang kesehatan.
وضرورة الدفاع عن النفس وحمايتها من الأخطار التي تهدد حياة الانسان وتنذر بإبطال النوع البشري من أساسه
Artinya, “Kebutuhan dasar (primer) penyelamatan dan perlindungan jiwa dari bahaya yang mengancam kehidupan manusia dan mengingatkan bahaya kepunahan jenis manusia sama sekali,” (Nuruddin Mukhtar Al-Khadimi, Fiqhut Tahadhdhur-Ru’yah Maqashidiyyah, [Kairo, Darus Salam: 2014 M/1435 H], halaman 50).
Pada bukunya yang lain, Al-Khadimi mengatakan bahwa kebutuhan primer yang harus dijamin pemenuhannya dalam syariat Islam juga mencakup lingkungan yang sehat, ketersediaan obat-obatan (termasuk vaksin) di samping pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.
Demikian sejumlah keterangan terkait hak dasar manusia yang berkaitan dengan jaminan keselamatan jiwa dalam Islam agar kita tidak menyia-nyiakan makhluk bernyawa. Semoga khutbah Jumat ini dapat menjadi bekal itu untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya. Amin.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3). بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَالْآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والرِّبَا وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَعَزَّ وَأَجَلَّ وَأَكْبَرْ
Demikian khutbah Jumat singkat tema Islam dan hak dasar manusia yang disusun oleh Alhafiz Kurniawan Redaktur Keislaman NU Online, semoga bermanfaat.***