

inNalar.com – Simak pembahasan naskah khutbah Jumat teranyar edisi pekan pertama bulan Rajab 1444 H.
Pada naskah khutbah Jumat terbaru edisi pekan pertama bulan Rajab 1444 H akan membahas mengenai keutamaan menahan amarah.
Naskah khutbah Jumat edisi pekan pertama bulan Rajab 1444 H tentang keutamaan menahan amarah ini sangat berguna jika di bawakan saat sholat Jumat.
Anda bisa membawakan naskah khutbah Jumat tentang keutamaan menahan amarah pada momen sholat Jumat maupun dalam kegiatan lainnya.
Dengan menyimak khutbah Jumat terbaru edisi pekan pertama bulan Rajab 1444 H ini, Anda akan memperoleh pemahaman baru tentang keutamaan menahan amarah.
Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat tentang Memuliakan Bulan Rajab, Waktu Amal Ibadah Dilipatgandakan Pahalanya
Melalui naskah khutbah Jumat ini, Anda diajak mengingat kembali tentang keutamaan menahan amarah.
Pemahaman tentang keutamaan menahan amarah ini akan membantu Anda dalam memperkuat ketakwaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Selain juga memahami tentang apa saja keutamaan orang-orang yang mampu menahan amarahnya.
Dilansir inNalar.com dari laman Tebuireng Online, inilah penjabaran tentang khutbah Jumat terbaru edisi pekan pertama bulan Rajab 1444 H tentang keutamaan menahan amarah.
Naskah Khutbah Jumat
Hadirin sekalian, Dikisahkan saat pecahnya perang Khandaq, umat Islam ditantang oleh Amr bin Abdul Wad, seorang pembesar kafir Quraisy.
Tantangan yang dilontarkan oleh Amr bin Abdul Wad ini adalah duel satu lawan satu.
Pada sejarahnya, Amr adalah orang yang terkenal akan kekuatan fisiknya, sehingga membuat pasukan Muslim ciut nyali.
Ketika Rasulullah SAW mencoba menawarkan tantangan duel dari Amr kepada para Sahabat, hanya Ali bin Abi Thalib yang menyanggupinya.
Namun, karena Ali masih teramat muda, Rasulullah SAW mencoba menawarkan tantangan pada Sahabat lain.
Hingga, Rasulullah SAW mengulang tawarannya hingga 3 kali, hanya Ali bin Abi Thalib sajalah yang masih mengangkat tangan.
Walhasil, tantangan dari Amr diterima oleh Ali bin Abi Thalib. Meski terbilang masih muda, ia mampu mengimbangi kedigdayaan Amr.
Pada akhirnya, setelah duel berlangsung lama, Ali berhasil menyabetkan bilah pedangnya ke paha Amr.
Amr bin Abdul Wad yang sudah tak berdaya masih berusaha memberontak.
Ali bin Abi Thalib kemudian mendekatinya, namun tiba-tiba Amr meludahi wajah Ali.
Selepas itu, Ali bin Abi Thalib mundur perlahan dan membuat sahabat lain terheran-heran.
“Wahai Ali kenapa engkau berbalik? kenapa tak langsung kau habisi Amr bin Abdul Wad?” tanya sahabat lainnya.
“Saat ia meludahi wajahku, amarahku langsung memuncak, tetapi aku tak ingin menghabisinya karena amarahku. Aku ingin menghabisinya karena Allah, sehingga aku menunggu emosiku mereda,” jawab Ali dengan tenang.
Sehingga Ali bin Abi Thalib pada kesempatan lain berhasil menghabisi Amr bin Abdul Wad, namun bukan karena amarah, melainkan karena Allah SWT.
Hadirin yang dirahmati Allah, ada pelajaran penting yang bisa kita petik dari kisah Ali melawan Amr.
Keutamaan pertama, bahwa mampu menahan amarah adalah salah satu ciri orang yang bertakwa.
KhBaca Juga: Naskah Khutbah Jumat Terbaru Edisi 20 Januari 2023, Tema: Mendambakan Anak yang Qurrota A’yun
Seperti yang Allah firmankan dalam Surat Ali Imran ayat 134:
اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِيْ السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ، وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
“(Dan orang-orang yang bertakwa itu adalah) mereka yang menafkahkan hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit, dan menahan amarahnya, serta memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah adalah Dzat yang mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan,”
Sudah jelas bahwa Sayyidina Ali adalah olah yang sangat bertakwa, maka ia tak ingin bertindak gegabah dengan mengikuti rasa amarah.
Namun, dewasa ini kita bisa melihat banyak orang tak mampu atau tak mau menahan amarahnya karena hal-hal yang bersifat duniawi.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Singkat Terbaru Edisi 20 Januari 2023, Tema: Tiga Tiket Masuk Surga
Sehingga kita banyak menyaksikan orang yang dengan mudahnya menyakiti, menganiaya bahkan membunuh orang lain.
Padahal, Allah SWT amatlah membanggakan orang-orang yang mampu menahan amarahnya.
Seperti yang Rasulullah SAW Sabdakan:
دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَي رُؤُوْسِ الْخَلَائقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخْبِرَهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيَنِ مَا شَاءَ
“Barangsiapa yang mampu menahan amarah, padahal dia bisa untuk melakukannya. Maka Allah SWT akan memanggilnya nanti dihadapan para makhluk lainnya pada hari kiamat. Sehingga Allah membiarkannya untuk memilih bidadari mana yang dia sukai”
Dengan kata lain, orang yang mampu menahan amarahnya adalah orang yang istimewa dihadapan Allah.
Sehingga orang tersebut dibanggakan oleh Allah SWT di depan ciptaan-Nya yang lain.
Keutamaan Kedua, dalam redaksi hadis lain, Rasulullah SAW tentang keutamaan lain menahan amarah:
لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالسُّرْعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
“Bukanlah orang yang kuat, yang selalu menang dalam sebuah pertarungan. Menang dalam setiap perkelahian. Sesungguhnya orang yang kuat itu ialah orang yang mampu menahan amarah, bisa menahan nafsu, ketika dia sedang amarah?”
Amarah sejatinya adalah percikan api setan, sehingga orang yang menuruti amarahnya dia sedang dikelilingi oleh setan.
Keutamaan ketiga, adalah bahwa Allah akan menahan siksa-Nya bagi orang yang mampu menahan amarahnya.
مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اللهُ عَنْهُ عَذَابَهُ
“Barangsiapa yang menahan amarahnya, maka Allah pun akan menahan siksa-Nya.”
Jadi, hal tersebut merupakan janji Allah pada hamba-Nya yang mampu dan mau menahan amarahnya.
Semoga pembahasan tentang keutamaan menahan amarah ini bisa menjadi renungan bagi kita semua.
Sebuah renungan untuk senantiasa berusaha menjadi sosok muslim yang mampu menahan dan mengendalikan amarahnya.
Demikianlah teks khutbah Jumat terbaru edisi pekan pertama bulan Rajab 1444 H tentang keutamaan menahan amarah.
Semoga dapat menjadi manfaat bagi umat muslim sekalian.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi