

inNalar.com – Amichay Eliyahu menghebohkan dunia internasional lantaran perkataannya tentang serangan nuklir di Gaza sebagai sebuah opsi dinilai kontroversial, bahkan di mata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sekalipun.
Perkataan kontroversial Amichay Eliyahu terkait opsi serangan nuklir di Gaza ini dilontarkan pada Hari Minggu, 5 November 2023 dalam sebuah wawancara dengan pihak Radio Kol Berama, melansir dari Times of Israel. Alih-alih dukungan, rupanya hal tersebut mengundang sikap geram Bejamin Netanyahu terhadap dirinya.
Meski Amichay Eliyahu adalah sosok menteri Israel sayap kanan Netanyahu, secara mengejutkan perkataan kontroversialnya itu justru tidak menyangka malah berbalik pada nasibnya sendiri.
Usai ocehan Menteri Warisan tersebut menghebohkan seluruh dunia, respon negara-negara Internasional yang bersifat mengecam pun berdatangan.
Netanyahu pun akhirnya ketar-ketir, karena kepercayaan publik semakin menurun terhadap Israel akibat ulah ocehan nuklir Eliyahu yang kontroversial tersebut.
Agaknya sikap Perdana Menteri Zionis yang satu ini dipandang cukup logis meski tak terduga. Pasalnya, pada kenyataannya korban serangan peperangan yang terjadi selama 31 hari belakangan lebih banyak korban berjatuhan di Gaza.
Tekanan dunia internasional terhadap Israel yang telah membunuh banyak warga sipil di Gaza ini membuat Netanyahu mengambil keputusan cepat terhadap ocehan nuklir di Gaza sebagai opsi yang terlontar dari mulut sang menteri warisan ini.
Melansir dari New York Times, nasib Sang Menteri Warisan ini akhirnya diberhentikan atau di-suspend oleh Pemerintahan Zionis.
Keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk kekhawatiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mulai menangkap kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya kian menurun.
Pada sisi lainnya, Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant pun menolak pernyataan Eliyahu terkait opsi serangan nuklir di Gaza.
Kementerian Arab Saudi turut mengutuk keras pernyataan kontroversial tersebut dengan menyampaikan bahwa “Tidak memecat menteri dan menonaktifkannya merupakan cerminan penghinaan terhadap standar kemanusiaan dan moral.”
Adapula respon Kementerian Luar Negeri Qatar yang menilai bahwa apa yang disampaikan tersebut merupakan bagian dari bentuk hasutan untuk melakukan kejahatan perang.
Akibat dari skorsing Eliyahu sebagai menteri Israel, dirinya tidak diizinkan untuk menghadiri rapat kabinet yang diselenggarakan Netanyahu.
Melihat dari langkah kebijakan yang cukup di luar dugaan ini, Perdana Menteri Zionis ini nampak mulai sensitif dan waspada terhadap pernyataan apapun berkaitan dengan serangan ke Palestina.
Meski dalam hal ini Eliyahu mengatakan serangan nuklir hanya menjadi opsi, tetapi nampak Pimpinan Israel lebih memilih untuk menjauh dari lingkup kontroversial. ***