

inNalar.com – Warga Indonesia pasti sudah tidak asing dengan nama negara India.
Menariknya, perdana menteri India telah mengajukan agar nama negaranya diubah.
Adapun nama yang diusulkan untuk mengganti nama India adalah Bharat.
Tentu kabar seperti ini langsung ramai diberitakan di media masa.
Saat beredarnya foto undangan makan malam konferensi tingkat tinggi (KTT) G20, maka munculah berita tentang perubahan nama yang akan dilakukan pada negara India.
Sekedar informasi, India merupakan tuan rumah dari G20, dan KTT tersebut diselenggarakan pada 7-9 September.
Pada gambar undangan tersebut, nampak tulisan on the occasion of G20 Summit, dengan dibawahnya tertanda President Of Bharat.
Adapun yang mengusulkan pergantian nama tersebut adalah perdana menteri India, Narendra Modi.
Dilansir inNalar.com dari kalal kanal YouTube PashaLovarian, nama tersebut juga berkaitan dengan partai politik yang berkuasa di negara India.
Bahkan prtai politik tersebut juga yang dipimpin oleh perdana menteri India tersebut.
Adapun nama partai politiknya adalah Bharatiya Janata Party, yang berada di India.
Perlu diperhatikan, diketahui partai politik di India ini dilihat miring oleh dunia.
Dilihat miring oleh dunia, hal tersebut dikarenakan tindakan ekstremnya pada kaum muslim yang berada di India.
Sedangkan alasan dari dilakukannya pergantian nama, hal tersebut karena India merupakan nama yang ditinggalkan oleh kolonial Inggris.
Sebab itulah mereka tidak ingin dikenal dengan nama semasa di kolonial Inggris di masa lalu tersebut.
Pergantian nama menjadi Bharat itu akan dibawa ke sidang pada tanggal 22 September nanti.
Sepertinya jika pergantian ini disetujui, hal tersebut bisa menunjukan dominasi partai perdana menteri di India.***