Muslim Wajib Tahu! Inilah Fungsi Amalan Sunnah Menurut Ustadz Khalid Basalamah

inNalar.com – Ada banyak sekali amalan sunah yang terdapat dalam ajaran Islam. Seperti sholat dhuha, sholat tahajud, sholat tasbih, sedekah, puasa senin kamis, memuliakan tamu dan lain sebagainya.

Seperti namanya, amalan sunnah ini tidak wajib dikerjakan, namun apabila dikerjakan terdapat keutamaan-keutamaan yang luar biasa.

Lantas apakah fungsi amalan sunnah itu?

Di lasir dari ceramah ustadz Khalid Basalamah beliau menjelaskan bahwa amalan sunnah ini fungsinya adalah pelengkap amalan wajib, seperti sholat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, zakat, dan haji.

Baca Juga: Diperkirakan Akan Tabrak Bumi, 2 Asteroid Ini dalam Pengawasan NASA, Salah Satunya Berkekuatan 22 Bom Atom!

“amalan-amalan sunnah ini bapak ibu sekalian adalah pelengkap daripada kekurangan amal wajib kita di hari kiamat nanti.” Ungkap ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya di kanal YouTube Khalid Basalamah Official.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga: Biang Kerok Perceraian Rumah Tangga Song Hye Kyo dan Song Joong Ki Terungkap, Ternyata Terkena Kutukan…

Berikut ini fungsi amalan sunnah yang kami susun sedemikian rupa agar mudah di fahami:

  1. Pelengkap Ibadah Wajib

Ibadah sunnah berfungsi sebagai pelengkap dari ibadah wajib. Nabi Muhammad saw. mengajarkan bahwa amal pertama yang akan dihisab di hari Kiamat adalah salat.

Jika amal salatnya baik, berarti ia beruntung. Namun, jika amal salatnya kurang, maka ia akan merugi.

Jika sholat wajib kita kurang, mungkin kurang ikhlas, kurang khusyuk, belum menyempurnakan wudhu. Maka sholat sunnah nya akan menutupi kekurangan dari sholat wajib tersebut.

“di hari kiamat Allah memerintahkan kepada para malaikat agar meletakkan sholat sunnah, tidak berimbang dengan sholat wajib ya. Ibarat sholat sunnah ini kayak ikan teri, dan sholat wajib itu ikan paus.” Katanya.

Baca Juga: Turun Pangkat! Kepala Sekolah Siswi yang Dicolok Tusuk Bakso Ini Akan Jadi Guru karena Tutupi Pelaku

Kemudian ustadz Khalid Basalamah melanjutkan:

“Tapi di hari kiamat Allah jadikan ikan teri ini, sholat sunnah yang kecil ini bisa menggantikan posisi sholat wajib yang kurang. Sehingga menyempurnakan sholat wajib yang kurang.” lanjutnya.

Bukan hanya sholat sunnah saja yang dapat menutupi kekurangan sholat wajib. Hal ini juga berlaku pada ibadah-ibadah yang lain.

“dan kata Nabi SAW itu berlaku pada ibadah-ibadah yang lain. Maksudnya, puasa sunnah akan membantu kekurangan Ramadhan, sedekah akan membantu kurangnya zakat, umrah akan menyempurnakan kekurangan haji.” ungkap ustadz Khalid Basalamah menjelaskan.

Oleh karena itu, dengan melaksanakan ibadah sunnah, kita dapat melengkapi kekurangan dalam ibadah wajib yang kita lakukan.

Baca Juga: Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U 17 Indonesia Percepat Pembangunan Jalan Tol Menembus JIS

  1. Menjaga Ibadah Wajib

Melakukan ibadah sunnah secara rutin dapat menjaga amal ibadah wajib. Misalnya, jika kita biasa melaksanakan salat sunnah, maka salat wajib kita juga akan terjaga secara otomatis.

Begitu pula dengan ibadah-ibadah wajib lainnya seperti puasa, sedekah, umrah, dan haji. Rasa rutin dalam melaksanakan ibadah sunnah akan mempermudah pelaksanaan ibadah wajib tersebut

Dalam Al-Qur’an dan hadits, terdapat beberapa dalil yang mendukung pentingnya melaksanakan ibadah sunnah.

Sebagai contoh, ayat di dalam Al-Qur’an surah ali imran ayat 164 menyebutkan bahwa Allah menganjurkan mencari dan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah.

”Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al-Qur’an) dan Al Hikmah (sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

  1. Membawa Cinta Allah

Melakukan ibadah sunnah juga menjadi penyebab datangnya cinta Allah swt. Allah akan mencintai hamba-Nya yang terus mendekatkan diri dengan melakukan amal-amal sunnah.

Hal ini terdapat pada hadits qudsi:

“Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya.”

Apabila seseorang rutin melaksanakan salat sunnah, puasa sunnah, sedekah, umrah, dan ibadah sunnah lainnya dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mencintainya.

Ketika Allah mencintai seseorang, dia akan memperhatikan dan menjaga pendengarannya, lisannya, tangan serta kaki yang digunakan untuk berbuat baik. Bahkan, Allah akan menerima doanya dan mengampuni dosanya jika ia memohon ampun.

Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai fungsi ibadah sunnah.

Jangan beranggapan bahwa amalan sunnah ini tidak berarti apa-apa, dan berasalan bahwa jika tidak dikerjakan tidak mendapat dosa.

Anggaplah amalan sunnah itu sama pentingnya dengan yang wajib. Karena kita tidak tahu amalan mana yang akan membawa kita menuju surga.

WaAllahu A’lam.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]