

inNalar.com – Menjadi PNS tentu akan mendapatkan gaji dan tunjangan yang rutin diberikan.
Jika seorang PNS merasa bahwa gaji maupun tunjungan yang diberikan setiap bulannya stagnan, maka sebaiknya cermati informasi berikut.
Tanpa disangka ternyata baik gaji maupun tunjangan untuk PNS bisa saja mengalami peningkatan dan perubahan.
Adanya potensi peningkatan terhadap upah harus diimbangi dengan pelayanan dan kinerja yang lebih baik.
Proses peningkatan upah tersebut bisa terjadi apabila telah memenuhi syarat dan ketentuan.
Baca Juga: Gaji Pantarlih Pemilu 2024 Fantastih Loh! Ternyata Tugas yang Dikerjakan Cuma Seperti Ini
Bukan tanpa alasan, sebab ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam perhitungan upah ini.
Pastinya beberapa syarat dan ketentuan ini tidaklah mudah karena harus berurusan dengan anggaran pendapatan.
Apabila sudah menyinggung soal anggaran tentu bukanlah hal sepele meski status anda sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Selain itu faktor lain yang harus diperhatikan lebih dahulu menyangkut soal persentase pertumbuhan ekonomi.
Hal ini juga sempat disinggung oleh Menteri Tito Karnavian beberapa waktu yang lalu sebagaimana dikutip dari artikel ayobandung berjudul “ASN Wajib Tahu, Naik Gaji dan Tunjangan Terserah PNS“.
Cek statement Mendagri Tito Karnavian. Mantan Kapolri itu sudah menyinggung kenaikan gaji PNS.
Dan rencana ini diklaim bakal disetujui semua pihak.
“Saya tahu kita semua mau gaji yang bagus, yang tinggi, yang banyak,” sebut Tito.
Ucapannya logis. Semua sangat masuk akal.
PNS pasti menginginkan penghasilan cukup buat kehidupan sehari-hari.
ASN juga pasti ingin naik gaji dan pangkat. Tukin ASN juga ikut naik.
Baca Juga: Apa Saja Tugas Pantarlih Pemilu 2024 saat Coklit? Ini Rincian Kegiatan yang Wajib Dilakukan
Mau? Semua bisa diwujudkan. Tapi, ada syarat dan ketentuannya.
“Itu hanya bisa dimulai jika terjadi perubahan dalam tata pemerintahan yaitu mengenai anggaran pendapatan belanja,” tambah Tito.
Kata kuncinya: Memaksimalkan pendapatan dari sumber daya yang ada.
“Kita upayakan pendapatan bisa maksimal,” sambung Tito.
Caranya, bisa dari sumber daya alam. Bisa juga dari sumber-sumber daya yang lain.
Baca Juga: Bagaimana Cara Daftar Aplikasi e-Coklit Pantarlih Pemilu 2024? Simak Penjelasannya di Sini
“Dengan minimum kebocoran, maka kita akan mendapatkan pendapatan yang tinggi di pusat maupun di daerah,” urainya.
Menekan kebocoran sangat penting. Semua krusial.
“Seandainya belanjanya efektif untuk rakyat, maka bangsa indonesia akan bangkit dan melompat,” sebut Tito.
Hal lain yang bisa mendongkrak naik gaji PNS adalah pertumbuhan ekonomi yang baik.
Dengan kombinasi inflasi terkendali, gaji PNS bisa ikut terkatrol naik.
Baca Juga: PNS Bisa Langsung Diberhentikan Karena Faktor Alamiah Semacam Ini, Jangan Sampai Kudet ya!
“Pertumbuhan ekonominya positif di atas 5 persen. Inflasi terkendali. Pandemi covid terkendali,” sebut Menteri Tito.
Ada garis api. Dan ini merupakan harga mati. Bila tak sesuai proyeksi, kenaikan gaji PNS bakal ambyar.
“Lingkaran setannya adalah kebocoran-kebocoran di pendapatan. Kebocoran-kebocoran di belanja,” terang Tito.
Kebocoran ini punya dampak dahsyat. Yang pertama, pendapatan tak maksimal.
Rentetan ke bawahnya jadi banyak. Ada penghematan. Rasionalisasi.
Baca Juga: Istri Deva Mahenra, Mikha Tambayong Alami Kesulitan saat Diet, Endingnya Bikin Nyesek
Gaji PNS dan tunjangan pegawai jadi ikut jalan di tempat.
Bila sepakat menghilangkan kebocoran, maka gaji dan tunjangan PNS dijamin naik.
Demikian info seputar naik gaji dan tunjangan terserah PNS. ASN wajib tahu info ini. Semoga bermanfaat. *** (Agus Purwanto AB/ayobandung)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi